“WW” Si Pembunuh Rega Menyerahkan Diri,Ini Pengakuannya!

PAGARALAM ONLINE – Pasca penyerahan diri Wawan (16) eksekutor yang tegah menghabisi nyawa Rega Orlando (16) warga Koramil Lama Pagaralam Utara pada Minggu (18/11) lalu.Hari ini Polres Lahat melakukan press release dan gelar perkara terhadap perkembangan kasus ini dimana Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus ini memang berada diwilayah hukum Polres Lahat.

Dilansir dari portal Global Planet News.Com hari ini (Jumat 23/11) Polres Lahat menghadirkan pelaku Wawan juga penjelasan soal motif serta modus pelaku melakukan kejahatannya.

Kepada pihak penyidik,Wawan yang saat press release dan gelar perkara itu menggunakan penutup kepala mengungkapkan motifnya melakukan pembunuhan tersebut,penuturan Wawan dirinya sakit hati kepada korban lantaran menyebut ibu pelaku sebagai pencuri saat berjumpa di alun-alun utara kota Pagaralam pada Minggu pagi.

Korban dan pelaku yang sejatinya adalah teman sepermainan sejak kecil ini usai bertemu di alun-alun atau Lapangan Merdeka itu lalu bersama-sama mengantarkan salah seorang teman mereka berinisial D pulang kerumahnya.

Usia mengantarkan teman mereka tersebut beralasan minta ditemani ke kebun milik orang tuanya, Wawan terlebih dahulu meminta korban untuk menemaninya pulang kerumah pelaku untuk alasan tertentu dimana diketahui bahwa pelaku pulang tersebut untuk mengambil sebilah parang yang kemudian dia (pelaku_red) simpan didalam tasnya.

Dalam perjalanan menuju kebun milik orang tua pelaku,sekiranya dikawasan perkebunan antara Desa Bandar Aji, dan Dusun Tertap, Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat,pembunuhan pun terjadi dimana pelaku Wawan mengayunkan parang yang telah di siapkannya tersebut kepada korban Rega yang langsung tumbang terkena sabetan dan melakukannya berulang kali hingga korban tewas.

Usai melakukan perbuatan kejinya tersebut,lalu pelaku Wawan mengambil motor korban berjenis Honda GTR 125 X sekira pukul 10.00 Wib, dan menuju rumah D untuk meminjam pakaian karena pakaian pelaku yang sudah berlumuran dengan darah korban dan mengatakan akan melarikan diri lantaran baru saja melakukan pembunuhan dan berencana menjual motor rampasannya tersebut.

Dalam usaha pelariannnya usai melakukan kejahatan tersebut sekitar pukul 12 siangnya (Minggu 18/11)kemudian pelaku bersama 2 orang temannya berboncengan menggunakan motor milik korban meluncur menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan menjual motor hasil rampasannya tersebut.

Mirisnya lagi dari penjualan motor korbanseharga Rp 4.5 Juta itu,Wawan hanya mendapatkan bagian sebesar Rp 1 Juta,dan sisanya kemudian ditukar dengan narkoba jenis sabu untuk kedua temannya tersebut dan pada tengah malamnya usai mendapat uang tersebut kemudian Wawan menuju kota Palembang menggunakan jasa travel.

“Aku di Palembang pak, megang duet sejuta ( hasil jual motor ), di Palembang aku tidur di Masjid Agung semalam, duetnyo sekarang la abes aku belike baju, main warnet (Main Game Online) samo untuk makan,” ucap pelaku kepada awak media sebelum digelarnya press rilis di halaman Mapolres Lahat, Jumat (23/11/2018).

Karena tak tenang akibat perbuatannya itu,selang 2 hari di kota Palembang, pelaku Wawan dibujuk oleh keluarganya untuk pulang dan menyerahkan diri ke Polsek Jarai pada Kamis kemarin (21/11)

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, didampingi Kapolsek Jarai Iptu Hendrinadi SH kepada awak media mengatakan, motif korban menghabisi nyawa korban, karena dipicu sakit hati. Korban diduga mengejek ibunya yang menjual barang hasil curian.

“Tersangka dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang Undang Perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” sampainya.

Kapolres mengungkapkan, saat ini pihaknya telah melakukan pencarian terhadap motor korban yang dijual.

“Untuk kedua rekan tersangka, satu telah diamankan, satunya sedang dalam pengejaran dan kita masih berkoordinasi dengan Polres Pagaralam,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya almarhum Rega Orlando siswa SMA Negeri 1 Pagaralam  ditemukan tak bernyawa di kebun kopi, akibat sejumlah uka bacok di tubuhnya terutamanya di bagian kepala dan tangan dimana sebelum ditemukan meninggal dunia korban Rega Orlando berpamitan kepada orang tuanya untuk Jogging minggu pagi namun tidak pulang hingga malam harinya dan ditemukan pada ke esokan harinya dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka dikepala di sebuah kebun kopi serta motor yang di bawa korban juga ikut raib.Dimana setelah dilakukan pendalaman terhadap kasus ini pelaku pembunuhan terhadap korban Rega mengarah kepada pelaku Wawan.

Related posts

Leave a Comment