Warga Pagaralam Sesalkan Proyek Provinsi Mangkrak

PAGARALAM–Sudah hampir dua tahun Proyek Pembangunan jembatan Jalan Lingkar Timur yang terletak di Dusun Alun Dua Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara, mangkrak. Sampai saat ini belum tahu kapan proyek milik Pemerintah Provinsi Sumsel itu akan dilanjutkan. Padahal uang miliyaran rupiah sudah dihabiskan. Menurut informasi terhentinya proyek tersebut lantaran dananya dialihkan untuk persiapan Asian Games 2018 di Palembang.

Mangkraknya proyek jembatan di Dusun Alundua ini sangat dikeluhkan dan merugikan warga. Pasalnya akibat pengerjaan proyek tersebut, jalan yang selama ini dapat dilalui kendaraan menjadi rusak parah. Apalagi kondisi jalan adalah tikungan curam yang sangat membahayakan keselamatan penggunaka kendaraan bermotor yang melintas.

” Kami sangat dirugikan proyek jembatan yang entah kapan akan selesai ini. Lihatnya jalan di sini menjadi hancur seperti ini. Belum lagi kalau hujan jalannya menjadi licin.Sudah beberapa kali kecelakaan di jalan ini” ungkap Hasrul (47), warga Dusun Alundua, Selasa (10/4).

Menurut Hasrul, warga tidak mengetahui secara persis alasan terhentinya proyek pembangunan jembatan tersebut. Namun menurut informasi dana proyek tersebut dialihkan untuk pelaksanaan Asian Games di Palembang.

“Inilah yang kami sesalkan mengapa kami warga Pagaralam yang dikorbankan” ujarnya.

Menurutnya, perwakilan warga sudah beberapa kali datang ke Kelurahan dan Pemkot Pagaralam untuk.menanyakan kelanjutan proyek jembatan tersebut. Namun pihak Pemkot menjawab bahwa itu adalah kewenangan gubernur, bukan kewenangan Walikota Pagaralam.

” Masyarakat sudah tahu bahwa proyek jembatan ini bukan tanggung jawab walikota. Karena itulah kami minta Pak Gubernur segera menyelesaikannya..Jangan tidak jelas seperti ini” harap Hasrul.

Para pengguna jalan cemas akan dampak negatif pembangunan tersebut.  Terlebih lagi, jika datang musim hujan. Kondisi jalan yang licin menghambat aktivitas warga.

Pantauanl di lokasi, Selasa (10/4),  pembangunan jembatan tersebut belum ada tanda-tanda  kelanjutan pembanguna. Hanya ada dua pondasi sisi jembatan tanpa badan jalan. Badan jalan juga tampak banyak yang hancur. Aspal banyak terkelupas hingga sampai ke tanah. Jika hujan turun, jalan menjadi sangat.licin..Kondisi ini sangat berbahaya mengingat di kiri kanan jalan twrdapat jurang ya g cukup dalam dan danau Tebat Gheban.

Hal senada dengan Nasuri (55)  warga Dusun Alundua. Sejak dilaksanakannya proyek pemasangan pondasi jembatan itu,  aktivitas warga menjadi terhambat karena kesulitan melintas di lokasi tersebut.

“Sejak awal proyek jembatan ini bermasalahm Warga terganggu dan tidak bisa pergi ke kebun karena jalan menjadi rusak dan sangat berbahaya untuk di lewati baik menggunakan roda 2 maupun roda empat” ungkapnya

Related posts

Leave a Comment