Wako Ida : Usia 16 Tahun,Kota Pagaralam Ibarat Gadis Dusun Yang Suka Bersolek

PAGARALAM ONLINE – Rangkaian acara dan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT kota ke 16 tahun 2017 berlangsung hikmat dan meriah.

Dimulai dengan kegiatan upacara dan apel gabungan di alun-alun lapangan Merdeka Pagaralam Utara (19/6) yang melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan di kota ini,seperti tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh pemuda,forum komunikasi pimpinan daerah,TNI dan Polri yang di pimpin langsung oleh walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati.

Dan hari ini tepat 21 Juni 2017 kota Pagaralam genap berusia 16 tahun.kota otonom yang berdiri atas inisiatif rakyat Pagaralam ini semakin tahun makin berbenah dan mempercantik diri menyonsong kemajuan zaman yang terus berkembang.

Menurut Hj Ida.Di usia ke 16 tahun ini kota Pagaralam ibarat gadis dusun belia yang masih perlu bimbingan orang tua untuk menapaki hidup.Utamanya dalam memoles dirinya menjadi gadis dusun yang cantik dan molek dan ber ahlaq serta berkepribadian khas gadis Besemah.

“Ibarat gadis dusun belia,umur 16 tahun merupakan pijakan awal dalam menapaki kehidupan,saya ingin gadis dusun ini berkepribadian gadis Besemah yang sopan,ramah,santun dan ber ahlaq di tengah modernitas dunia saat ini,”ujarnya.

Diakui Hj Ida,sebagai kota otonom yang baru.Kota Pagaralam memang masih bergulat dengan permasalahan komplek perkotaan.Namun persoalan itu,tidak menyurutkan semangat serta niat baik pemangku kepentingan di kota ini untuk bergandengan tangan dan bersinergi untuk membangun dan mempercantik kota Pagaralam menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

“Ibarat perhiasan,potensi alam yang berlimpah kota ini akan terus kita gali dan tingkatkan untuk menjadi motor penggerak pembangunan serta roda ekonomi warga kita.Bayangkan jika saya setiap daerah di Sumsel membuat tempat pelatihan di Pagaralam seperti di kawasan puncak Bogor atau Malang,tentu kota ini akan semakin maju dan ramai yang otomatis semakin menggeliatkan roda ekonomi masyarakat.Tak ketinggalan para petani akan terus kita edukasi menjadi petani modern sehingga mampu bersaing menghasilkan komoditi yang unggul serta menjadi trade mark daerah,”pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.