Wacana DOB Kabupaten Besemah,Jangan Usik Pagaralam!

PAGARALAM ONLINE – Hangatnya diskusi publik tentang wacana serta rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Besemah memancing berbagai pendapat serta pandangan dari berbagai kalangan.

Banyak yang mendukung rencana DOB ini berlandaskan kajian historis namun tidak sedikit pula yang menolak dengan alasan meragukan niat para inisiatornya.

Perbincangan serta diskusi pubik tentang DOB Besemah ini mulai marak setelah Arudji Kartawinata memposting sejumlah nama anggota presidium Kabupaten Besemah di sejumlah grup publik facebook.

Arudji Kartawinata yang dalam susunan keanggotaan presidium itu tertulis menjabat sebagai sekretaris presidium menyatakan bahwa postingan tentang susunan anggota presmidium ini adalah bagian dari strategi “Uji Publik” dari wacana rencana ini (DOB Kabupaten Besemah_red)

“Ini bagian dari uji publik DOB Kabupaten Besemah dan hingga saat ini dukungan terhadap rencana ini terus mengalir dengan masuknya surat dukungan diantaranya dari para Kepala Desa dari wilayah yang direncakanakan masuk dalam DOB,juga rencana DOB ini tidak akan melenceng dari perundang-undangan yang berlaku”sampainya kepada Pagaralam Online (25/08)

Dari diskusi publik yang berkembang, sebagian warga yang mendukung rencana ini menyatakan bahwa rencana DOB Kabupaten Besemah penting untuk di realialisasikan demi pemerataan pembangunan,namun sebagian warga yang lain menilai wacana serta rencana DOB ini belum realistis dengan alasan bahwa wilayah yang akan dirangkul dalam DOB ini yakni sebagian wilayah kabupaten Lahat seperti mulai Kecamatan Tanjung Sakti PUMU/PUMI,Kecamatan Mulak dan Mulak Sebingkai,Kecamatan Tanjung Tebat,Kecamatan Sukamerindu,Jarai,Pajar Bulan dan Muara Payang juga kota Pagaralam minim sumber daya potensial yang dapat diolah maksimal seperti potensi pertambangan maupun sumber-sumber ekonomi selain pertanian maupun perkebunan yang mampu menopang keberlangsung DOB Kabupaten Besemah dalam jangkah panjang.

“Harus rasional serta dengan kajian yang komprehensif serta menyeluruh soal DOB ini,”komentar Eddie Besemah dan Tangkas Erwin dalam diskusi publik di grup facebook dangau Besmah.

Penolakan juga mengemuka setelah muncul kota Pagaralam sebagai bagian dari DOB ini dimana beberapa warga berpendapat bahwa DOB Kabupaten Besemah harus terpisah secara administratif karena kota Pagaralam sudah lebih dahulu berdiri sebagai daerah otonom.

Seperti statement walikota yang disampaikan melalui Pagaralam Online bahwa beredarnya susunan presidium DOB Kabupaten Besemah masih merupakan klaim sepihak.

“Saya sendiri sebagai pribadi maupun sebagai walikota belum pernah dimintai pendapat soal ini,”sampainya beberapa waktu lalu.

Sementara itu jurnalis senior Herna S Zaldy berpendapat biarlah wacana dan rencana DOB Kabupaten Besemah ini terus bergulir namun menurutnya kota Pagaralam tidak perlu masuk dalam rencana DOB itu dengan alasan pemerataan pembangunan dan dia lebih menyarankan agar Kecamatan Jarai dipilih jadi ibukota Kabupatenya sementara kota Pagaralam tetap jadi penyangga wilayah DOB ini.

“Hal biasa dalam satu wilayah ada kota dan kabupaten seperti Kotamadya Bandung dan Kabupaten Bandung keduanya tetap dapat berjalan dengan konsepnya masing-masing,”ucapnya kepada Pagaralam Online (26/08)

 

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.