EKONOMIHEADLINENASIONALPESONA PAGARALAM

“Uwi” kini Jadi Primadona Souvenir Pagaralam

PAGARALAM ONLINE – Saat ini, warga Kota Pagaralam sudah mulai kreatif membuat aneka ragam hiasan rumah dan alat-alat keperluan rumah tangga dengan menggunakan bahan baku rotan. Orang Pagaralam menyebutnya dengan istilah “UWI”, sehingga bahan baku yang berasal dari hutan itu, kini bisa diolah dan mempunyai nilai jual tinggi. UWI ini bisa dilihat di Sentra Pengrajin Rotan yang terletak di Dusun Martenang Kecamatan Dempo Selatan, tepatnya Jalan Lintas Kota Pagaralam – Lahat.

Yutina (50), salah seorang pengrajin menceritakan, sudah sejak tahun 1979 dirinya menekuni usaha ini, namun kala itu nilai jual kerajinan rotan ini tidak seberapa tinggi ketimbang saat ini,. Selain itu, produk yang dihasilkan para pengrajin pun tidak terlalu bervariasi, dan hanya membuat produk yang terbatas untuk keperluan berkebunan atau bertani saja seperti keranjang untuk memetik buah kopi yang dikenal dengan nama “Kinjarg”.

Namun setelah melihat adanya peluang, para pengrajin di desanya sejak beberapa tahun ini sudah mulai berinovasi dengan membuat beragam produk olahan rotan, tidak hanya terbatas pada peralatan bertani dan berkebun saja, tapi kini sudah mulai membuat produk olahan lain seperti dekorasi rumah, peralatan rumah tangga seperti tudung saji, kap lampu dan banyak lagi lainnya. “Kalau dulu, uwi (Rotan-red) hanya kami gunakan untuk membuat Kinjarg (keranjang kopi), tapi kini sejak banyak pesanan untuk membuat olahan lain, kini kami sudah bisa membuat produk lain seperti kap lampu hias, dekorasi rumah dan barang-barang lain berbahan dasar uwi ini,” ujarnya.

Baca Juga  Wako Dan Dishub Pagaralam Gelar Silaturahmi Bersama Jelang Lebaran Idul Fitri.

Diakuinya, dulu usaha ini masih sedikit digeluti orang, namun seiring dengan kemajuan zaman akhirnya kini satu kampung sudah banyak yang bisa melakukannya.

Banyak jenis kerajinan tangan berbahan baku baku rotan (uwi) yang kini dapat di jumpai di gerai-gerai di daerah Dusun Martenang, yang dapat dipilih dan menjadi buah tangan bagi para pelancong atau wisatawan yang datang ke kota Pagaralam, seperti tutup sajian (sungkup), pot kembang, tempat pakaian, tempat sayuran dan banyak lagi.

Untuk penjualan, harga beragam produk olahan rotan ini di jual mulai harga Rp 30 ribu sampai Rp 150 ribu, sesuai besar kecil serta tingkat kerumitan pembuatan. “Untuk harga bermacam-macam, disebabkan bahan baku rotan juga sudah didapat,” bebernya.

Baca Juga  Warga Antre Rekam E-KTP, Sehari 500 Permohonan

Lanjut Yutina, untuk bahan baku rotan ini didapatnya dengan membeli dari warga Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, sebab di sana bahan baku tersebut masih banyak. “Jadi, bahan baku ini diantar oleh orang dari Tanjung Sakti, untuk pembelian rotan ini, saya beli dengan satuan hitung per kilo, harganya juga bermacam- macam tergantung ukuran rotan,” terangnya.

Usaha kerajinan ini berkembang pesat, bahkan sudah banyak dikenal warga lokal maupun luar daerah. ‘’Pembeli kebanyakan dari luar daerah. Sebab, kerajinan uwi ini sudah dikenal orang sering dijadikan sebagai oleh-oleh untuk sanak saudaranya,” pungkasnya.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close