Usai Dirawat Di UGD Tubuh Pasien Menghitam Hingga Meninggal Dunia 11 Hari Kemudian,Pihak RSUD Besemah Bilang Ini Karena Alergi Obat.

PAGARALAM ONLINE – Beberapa hari yang lalu,Pagaralam Online menerima informasi soal pasien rumah sakit umum daerah (RSUD) Besemah yang mengalami kasus kondisi yang cukup janggal yakni di mana tubuh pasien menghitam saat dalam perawatan di rumah sakit tersebut.

Pasien tersebut adalah Rio (17) warga dusun Perandonan yang kondisi sekujur tubuhnya menghitam seperti melepuh usai mendapat perawatan di ruang UGD RSUD Besemah dan hari ini (Selasa 8/01) akhirnya meninggal dunia setelah 11 hari di rawat di sana.

Saat di sambangi Pagaralam Online bersama awak media lainnya di ruang perawatan zaal Bedah Laki-laki RSUD Besemah beberapa waktu,almarhum Rio di temani bapak ibunya serta anggota keluarganya yang lain tengah di rawat dan di pasang infus namun tidak bisa di ajak berkomunikasi lantaran kondisi yang di deritanya.

Kepada awak media ketika itu,bapak dan ibu almarhum menceritakan kronologis anaknya tersebut hingga menjalani perawatan di RSUD Besemah.

“Anak saya ini beberapa hari sebelumnya menderita panas dan saya bawa dia ke Puskesmas Perandonan untuk berobat dan setelah pulang panasnya hilang.Namun selang beberapa hari kemudian panas itu kembali lagi dan kami bawa dia ke Klinik Detasemen Kesehatan Tentara (DKT) untuk di rawat ulang dan setelah itu kami bawa pulang,”tutur Eli ibu almarhum Rio beberapa waktu lalu.

Di jelaskan Eli,karena kondisi Rio saat itu tidak menunjukkan perbaikan,mereka (Eli dan suami_red) berinisiatif membawa Rio ke RSUD Besemah dan menuju ruang unit gawat darurat (UGD).Di ruang UGD itu lah almarhum Rio mendapat penanganan dari dokter jaga.Tak lama mendapat mendapat perawatan tersebut lanjut Eli, tiba-tiba Rio menggaruk-garuk tubuhnya karena merasa sangat gatal terutama area bibir juga bagian tubuh lainnya.Selang 1 hari di rawat di ruang zaal penyakit dalam khusus laki-laki kata Eli,terjadi perubahan pada tubuh Rio dimana terlihat tubuhnya mulai mengalami bercak hitam mirip seperti bekas terbakar dan menjalar ke seluruh tubuh yang membuat seluruh anggota keluarganya semakin kawatir.

“Dari rumah sebelum ke UGD,kondisi Rio masih biasa saja namun memang mengalami panas yang cukup tinggi,dan saat di UGD Rio di rawat namun tak lama dia mulai menggaruk dan mengeluh gatal yang sangat dan setelah itu di bawa ke zaal perawatan penyakit dalam dan sehari setelah di rawat di ruang itu mulai timbul bercak hitam seperti terbakar di sekujur tubuh anak saya dan setelah itu Rio di pindahkan ruang rawat bedah ini dan hari ini sudah hari ke 6 anak saya ini di sini,”beber Eli sembari berharap agar anaknya ini bisa segera sembuh seperti sedia kala.

Di konfirmasi Pagaralam Online bersama awak media lainnya,Direktur RSUD Besemah Dr Dian Nita Ditriani di dampingi dokter spesialis kulit yang menangani Rio saat itu Dr Indah dan Kabid Pelayanan RSUD Besemah Dr Hardyanto saat itu mengatakan bahwa kasus yang di derita oleh Rio adalah kasus biasa dimana pasien mengalami alergi terhadap obat tertentu saat di lakukan perawatan dan hal itu biasa terjadi dan potensinya ada terhadap setiap pasien yang akan berobat yang dalam istilah medisnya di sebut ‘Steven Jhonson Syndrom’ alias alergi obat.

“Kondisi pasien saat datang menurut laporan dokter jaga mengeluhkan deman dan di beri penanganan sesuai prosudural dan protap rumah sakit,dimana sebelum di beri perawatan si pasien atau keluarga yang mendampingi akan di tanya terlebih dahulu soal sejarah kesehatan atau pengobatan apa saja yang di jalani si pasien sebelum masuk ke instalasi UGD termasuk di dalamnya di tanya apakah si pasien ada alergi terhadap obat tertentu,dan yang terjadi dengan pasien ini di ruang UGD tersebut adalah apa yang kami sebut dengan Steven Jhonson Syndrom yakni kondisi dimana si pasien mengalami reaksi berlebihan terhadap obat tertentu,”jelas Dr Dian di temani Dr Inda dan Dr Hardyanto beberapa waktu lalu sembari menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus ada pasien yang mengalami reaksi lambat terhadap alergi obat namun ada juga yang cepat.

Di tanya apakah pasien Rio ini perlu mendapat penanganan khusus lantaran kondisinya yang cukup menghawatirkan dengan kondisi tubuh seperti terbakar ini?,pihak RSUD Besemah kala itu menjawab bahwa pasien ini belum perlu di rujuk ke RS lain lantaran masih bisa di tangani oleh RSUD Besemah.

Usai mengunjungi Rio dan keluarganya di RSUD Besemah beberapa waktu lalu.Hari ini (Selasa 8/01) Pagaralam Online menerima kabar bahwa pasien Rio tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya sempat di rawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Di konfirmasi mengenai kabar ini,pihak RSUD Besemah yang di wakili langsung oleh Dirut RSUD Dr Dian dan dokter spesialis kulit Dr Indah beserta 1 orang dokter ahli penyakit dalam yakni Dr Ida menyatakan bahwa kabar mengenai telah meninggalnya pasien Rio ini adalah benar.

“Benar pasien Rio meninggal dunia setelah sebelumnya sempat di rawat di ruang ICU namun naasnya tidak tertolong lagi,”jelas Dr Dian.

Dijelaskan Dr Indah di dampingi Dr Ida dua dokter yang merawat Rio,sebelum meninggal dunia,almarhum Rio memang kondisinya semakin memburuk dan di sarankan kepada pihak keluarganya untuk segera di rujuk ke salah satu RS di kota Palembang namun dengan alasan ketidak mampuan biaya keluarga pasien menolak saran ini.

“Pasien Rio ini dalam penanganan dua dokter yakni saya dan satu lagi dokter ahli penyakit dalam yakni dokter Ida,namun memang kondisi pasien belakangan mengalami penurunan,dan kami sarankan untuk segera di rujuk ke Palembang karena peralatan untuk menangani kondisi pasien saat itu di RS ini juga kurang memadai,namun pihak keluarga pasien menolak dengan alasan biaya,hingga akhirnya meninggal dunia,”beber Dr Indah kepada awak media (08/01)

Informasi yang di himpun almarhum Rio akan segera di makamkan oleh pihak keluarganya esok hari.

Related posts

Leave a Comment