Untuk Membuat Kelicuk Dan Gunjeng.Orang Besemah Zaman Dulu Menggunakan Isaran Batu.

PAGARALAM ONLINE – Ada yang unik dan masih tersimpan rapi di “Rena Besemah” yang menjadi salah satu keagungan tradisi dan tak lekang oleh zaman.

Yakni alat untuk membuat dan mengolah bahan makanan tradisional khas Besemah yang mungkin sudah tidak banyak lagi orang mengetahui keberadaannya.

Nama alat itu adalah “Isaran Batu” yang ternyata masih di pergunakan oleh warga kota Pagaralam terutama warga Dusun Pagaralam Kecamatan Pagaralam Utara dalam mengolah berbagai bahan makanan tradisional.

Isaran Batu atau bahasa Indonesianya alat giling yang terbuat dari batu sudah menjadi barang langka dan sudah sangat jarang sekali di temukan di kawasan kota Pagaralam dan sekitarnya lantaran keberadaan alat giling ini sudah tergantikan dengan alat giling modern yang bertenaga mesin.

Menurut pemilik “Isaran Batu” warga Dusun Pagaralam.Alat giling ini sudah turun temurun dimiliki keluarganya dan masih di pergunakan hingga kini.Dimana alat giling ini menurut penuturan orang tuanya dibeli di daerah “Ilirgh” sebutan untuk kawasan daerah hilir Besemah antara daerah Muaraenim hingga Prabumulih.

“Isaran ini sudah ada sejak saya masih kecil dan menurut cerita almarhum ibu saya,isaran di tempah (dipesan_red) di daerah ilirgh,”ujar Mang Icun yang kini sudah berumur 50 tahunan lebih (4/6)

Lanjut Mang Icun.Isaran batu ini dipakai untuk membuat tepung khususnya tepung beras sebagai bahan membuat berbagai jenis makanan tradisional semacam “Kelicuk” atau “Serabi Tepak” dan “Gunjeng” yang menjadi kegemaran keluarganya terutama saat bulan Ramadhan tiba.

“Saya masih ingat ketika kecil almarhum ibu saya setiap sore pasti sibuk mengisar (menggiling_red) beras ketan untuk membuat kue serabi tepak dan kelicuk bekal kita berbuka puasa,”ungkap Mang Icun sambil tersenyum mengingat saat dia kecil dulu.

Tak cuma untuk alat membuat makanan tradisional saja isaran batu ini dipakai.Dimana menurut cerita Mang Icun yang asli warga Dusun Pagaralam ini mengungkapkan bawasanya pengrajin Tahu zaman dahulu pun menggunakan alat ini untuk mengggiling biji kedelai guna memproduksi tahunya sebelum adanya alat giling mesin.

“Seingat saya dulu,para pembuat tahu dikawasan Gunung Gendang Pagaralam Selatan juga menggunakan isaran batu untuk menggiling kedelai sebelum dibuat jadi tahu,”pungkasnya.

Keberadaan “Isaran Batu” membuktikan bahwa warga Pagaralam dan sekitarnya masih menjaga kelestarian dan kearipan lokal dalam mengolah berbagai bahan makanan tradisional sehingga makanan yang dihasilkan dirasa lebih nikmat dan pastinya lebih sehat.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.