Unjukrasa Mahasiswa Pagaralam Menolak RKUHP dan UU KPK Didukung DPRD dan Walikota Pagaralam.

PAGARALAM ONLINE – Ratusan mahasiswa gabungan dari berbagai element dari 4 perguruan tinggi sekota Pagaralam hari ini (Jumat 27/09) melakukan unjukrasa dihalaman gedung DPRD kota Pagaralam.

Unjukrasa yang dilakukan oleh para mahasiswa sekota Pagaralam ini sama dengan agenda unjukrasa mahasiswa di seluruh Indonesia yakni menolak Rancangan Undang-undang KUHP dan Revisi Undang-undang KPK.

Dalam orasinya para mahasiswa menyampaikan bahwa RKUHP dinilai refresif dan dirasa banyak yang tidak masuk akal juga revisi UU KPK mereka katakan dapat melemahkan fungsi dan agenda pemberantasan korupsi serta mendesak DPRD kota Pagaralam untuk mendukung gerakan mereka.

“Kami mahasiswa dan juga mewakili rakyat Pagaralam menolak dan memintah kepada Pemerintah untuk mencabut RKUHP yang telah mencederai demokrasi dan refresif kepada masyarakat juga menolak revisi UU KPK kami nilai melemahkan fungsi KPK dalam agenda pemberantasan korupsi,dan kami sudah menyiapkan petisi juga mendesak bapak-bapak dan ibu-ibu anggota dewan untuk ikut mendukung gerakan kami,”ujar mereka (27/09)

Dalam unjukrasa gabungan element mahasiswa ini mereka membawa berbagai macam spanduk serta tulisan yang mengecam RKUHP dan revisi UU KPK.

Dedi Stanza politisi partai Grindra dan beberapa anggota DPRD lainnya yang menerima rombongan pengunjukrasa mahasiswa ini menyatakan menyambut baik gerakan sosial ini.

Disampaikan Dedi Stanza bahwa pihaknya menilai gerakan mahasiswa Pagaralam adalah gerakan positip mewakili kegelisahan masyarakat terhadap RKUHP dan UU KPK.

“Kami menghargai dan mendukung gerakan ini dan kami siap menyampaikan aspirasi ini kepemerintah pusat dan siap menandatangani kesepahaman sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini,”sampainya (27/09)

Politisi partai Golkar,Efsi SE menanggapi unjukrasa adalah gerakan mewakili aspirasi masyarakat dan pihaknya mendukung serta sepakat dengan aspirasi mahasiswa untuk penolakan RKUHP dan UU KPK.

“Kami sepakat dengan adik-adik mahasiswa menolak RKUHP dan menilai revisi UU KPK belum perlu dilakukan dan kami siap menandatangani petisi penolakan ini,”tegasnya (27/09) dan disambut riu tepuk tangan mahasiswa.

DIJAGA KETAT POLRES PAGARALAM

Walaupun demo gabungan ratusan mahasiswa sekota Pagaralam berlangsung tertib,tak kurang puluhan anggota Polres Pagaralam menjaga ketat aksi ini ditambah 1 unit mobil water cannon disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

DEMO BERLANJUT KE KANTOR WALIKOTA.

Usai menggelar unjukrasa dihalaman DPRD kota Pagaralam rombongan mahasiswa ini kemudian melanjutkan aksinya kekantor walikota Pagaralam.

Dihalaman kantor walikota,mereka (mahasiswa_red) kembali berorasi menyuarakan tuntutan yang sama dan juga mendesak pemerintah kota Pagaralam untuk mendukung gerakan ini.

Alpian Maskoni,walikota Pagaralam yang menerima langsung rombongan mahasiswa menyampaikan dukungan terhadap gerakan ini dan menyatakan siap menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada para mahasiswa.

“Saya sendiri merasa terenyu melihat kedatangan adik-adik mahasiswa,sebab mengingatkan saya waktu jadi mahasiswa dulu,kalau dulu saya yang sering mendatangi dan mengkritisi pemerintah tapi keadaannya sekarang saya yang didatangi,saya sampaikan bahwa saya mendukung gerakan adik-adik semua disamping saya sebagai walikota namun sebagai pribadi saya bisa saja terkena RKUHP tersebut,”tegasnya yang kembali mendapat tepuk tangan riuh dari para pengunjuk rasa (27/09)

Pantuan Pagaralam Online,unjukrasa damai gabungan element mahasiswa sekota Pagaralam ini berlangsung tertib dan kondusif dan sekitar pukul 11.00 WIB akhirnya rombongan mahasiswa ini membubarkan diri.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.