Tika Cs Peragakan 26 Adegan Bagaimana Cara Mereka Menghabisi Nyawa Ponia Dan Selvi.

PAGARALAM ONLINE – Reka agedan pembunuhan sadis yang di lakukan oleh Tika Herli warga jalan Mangga Perumnas Nendagung beserta 2 rekannya terhadap Ponia dan Selvi yang merupakan sepasang ibu dan anak warga kampung Gunung Gendang Pagaralam Selatan,hari ini dilaksanakan oleh Polres Pagaralam.

Dalam reka agedan atau rekonstruksi kasus pembunuhan ini sebanyak 26 adegan di peragakan oleh pelaku dengan peran-peran masing sesuai hasil pemeriksaan polisi.

Dalam reka adegan tersebut mulai saat para pelaku menjemput korban Ponia dan Selvi menggunakan sebuah mobil menuju jalan alternatif Pagaralam –Lahat hingga pada saat para pelaku ini mengeksekusi korbannya dengan cara di cekik dan di pukul menggunakan tangan dan kayu hingga akhirnya Ponia dan Selvi akhirnya mereka buang dari atas jembatan Endikat ke aliran sungai Lematang.

Pada adegan ke 11 terlihat bagaimana cara ketiga pelaku mengeksekusi para korbannya yakni pertama kali yang para pelaku bunuh adalah Ponia di areal perkebunan kopi dengan cara di cekik dan di pukul hingga meninggal dunia dan setelah Ponia di pastikan meninggal kemudian para pelaku membopong mayat Ponia dan memasukkannya kedalam bagasi mobil.

Pada adegan berikutnya,melihat ibunya dalam kondisi tersebut,Selvi anak Ponia yang masih berusia 13 tahun ketakutan dan berusaha melarikan diri namun oleh para pelaku di kejar dan berhasil di eksekusi dengan cara di cekik dan di pukul menggunakan kayu.

Setelah di pastikan kedua korbannya telah meninggal dunia dan menumpukkan keduanya kedalam bagasi mobil,pada adegan berikutnya di perlihatkan bagaimana para pelaku kemudian memutar arah dan meluncur menuju perbatasan kota Pagaralam/Lahat dan setelah tiba di atas jembatan Endikat para pelaku lalu melempar Ponia dan Selvi dari atas jembatan ke aliran sungai Lematang yang di kedalaman dasar sungai dari atas jembatan mencapai ratusan meter.

Pelaksanaan rekontruksi kasus pembunuhan ini sendiri demi keamanan dan kelancarannya tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan dilaksanakan dengan pengawalan penuh pihak kepolisian dan berdasarkan pantuan di lapangan tidak sedikit dari keluarga korban yang ikut menyaksikan rela adegan ini.

“Kita perkuat pengawalan dan pengaaman rekon ini, Pasalnya, tidak sedikit keluarga dan kerabat yang ingin menyaksikan rekonstruksi tersebut,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pihak kepolisian Polres Pagaralam berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang ibu dan anakya atas Ponia dan Selvi dimana pelakunya adalah Tika Herli yang merupakan teman dekat korban sendiri di bantu 2 rekannya atas nama Jefri dan Riko.

Kasus ini sendiri terungkap setelah pihak kepolisian mengumpul bukti-bukti yang kuat dan mengarah kepada para pelaku dimana menurut keterangan Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH dalam press release di depan awak media beberap waktu lalu,kasus ini bermotif menguasai harta korban sehingga Tika Herli selaku otak utama kejahatan ini memutuskan dan merencanakan untuk menghabisi nyawa korban di bantu Jefri dan Riko dengan imbalan uang sebesar 5 juta rupiah.

“Dalam kesimpulan kami berdasarkan bukti-bukti serta fakta yang di kami dalami dan temukan ini adalah kasus pembunuhan berencana dan ancaman bagi ke tiganya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup,”jelas AKBP Tri kepada awak media beberapa waktu lalu.

Dalam press release itu juga terungkap bahwa para pelaku usai menghabisi para korbannya para pelaku kemudian berencana melarikan diri dengan cara mendaftarkan diri menjadi tenaga kerja indonesia ke luar negeri dimana para pelaku ini kemudian berhasil di ringkus oleh tim reskrim Polres Pagaralam di sebuah penampungan TKI di kawasan Srenseng Jakarta dan langsung di bawa ke kota Pagaralam untuk penyidikan lebih lanjut.

Related posts

Leave a Comment