Tari Kebagh Massal Memukau Wisatawan

PAGARALAM ONLINE– Tari Kebagh massal yang digelar di obyek wisata Tangga 2001, atau tepatnya di lapangan landing spot paralayang, kompleks perhotelan Gunung Gare, Kamis pagi, 28 Desember 2017, tiba-tiba menjadi atraksi wisata yang tidak hanya menghibur ribuan warga, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sedang menikmati liburan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kota Pagaralam.
Kebagh, nama tarian khas masyarakat Besemah itu sendiri digelar untuk memperingati Hari Ibu ke-89 dan ulang tahun ke-18 Dharma Wanita Persatuan. Tidak kurang 900 wanita dikerahkan untuk serempak menari. Kostum warna-warni yang mereka kenakan, mengubah hijau lapangan di kompleks perhotelan Gunung Gare itu menjadi semarak. Tetabuhan tradisional Besemah yang menyentak-nyentak makin meramaikan suasana.


Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati, dalam sambutannya mengatakan, sangat gembira menyaksikan kreativitas kaum wanita yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Pagaralam dalam merayakan Hari Ibu dan ulang tahun Dharma Wanita Kesatuan ke-18 ini. Yang lebih membanggakan acara tersebut digelar bersamaan dengan kesempatan liburan menjelang pergantian tahun baru Masehi 2017-2018, di mana Kota Pagaralam sedang ramai-ramainya dikunjungi wisatawan. “Cerdas, kreatif dan inovatif. Hal seperti inilah yang sejak lama saya harapkan, di mana masyarakat, termasuk kaum wanita, terlibat langsung dalam upaya memajukan sektor Pariwisata di Kota Pagaralam yang sama-sama kita cintai ini,” kata Ida Fitriati.
Ida Fitriati memang patut bangga, atraksi tarian tradisional Kebagh massal yang digelar di lapangan Gunung Gare tersebut ditonton ribuan wisatawan yang berdatangan dari Palembang, Prabumulih, Muaraenim, Lahat, Empatlawang, bahkan Jakarta. “Atraksi yang menarik seperti ini tentu saja akan menjadi nilai tambah, berita akan tersebar dari mulut ke mulut, para pengguna media sosial akan menulis dalam berbagai versi, dan semua ini tentu pada akhirnya akan menguntungkan kita sebagai tuan rumah,” tambah Ida Fitriati.
Ketua Sanggar Burung Dinang Sukajadi dan Pelang Kenidai, Linda Herlina, merasa bangga dipercaya pihak Dharma Wanita Persatuan Kota Pagaralam, untuk menghimpun dan melatih ribuan ibung-ibung menari kebagh bersama. Prosesnya cukup lama, repot, tetapi alhamdulillah hasilnya sukses seperti ini.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kaum bapak yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada para istri mereka untuk sejenak meninggalkan rutinitas kesibukan rumah-tangga, demi menjalani latihan,” kata Linda Herlina.
Marcelina, ibu muda asal Palembang yang kebetulan sedang menginap di Hotel Gunung Gare menghabiskan waktu liburan Tahun Baru bersama suami dan anak-anaknya, merasa suprise menyaksikan atraksi tarian massal ini. “Luar biasa. Menarik. Kami dan keluarga berbaur dengan masyarakat setempat menyaksikan tontonan yang spektakuler ini,” kata Marcelina.
Marcelina mengaku dirinya sudah beberapa kali berlibur ke Pagaralam. Akan tetapi, liburan yang kali ini dilakukan lebih menyenangkan. Perjalanan cukup nyaman karena naik pesawat terbang yang waktunya hanya 30 menit. Dan di lokasi penginapannya ada pertunjukkan tarian tradisional massal yang seumur hidupnya belum pernah ia saksikan. “Amazing, Kota Pagaralam ini memang sangat luar biasa,” katanya penuh takjub.

Related posts

Leave a Comment