Tampil Memukau, HDMY Kritisi Angka Kemiskinan Yang Masih Tinggi

PALEMBANG—Pasangan calon Gubernur Sumsel nonor urut 1, Herman Deru- Mawardi Yahya (HDMY) tampil memukau dalam Debat publik Pilkada Sumsel, di Hotel Novotel Palembang, Rabu (14/3). Di awal debat yang diukuti 4 pasangan calon (paslon) tersebut, HD mengkritisi angka kemiskinan di Sumsel yang masih cukup tinggi, yaitu sekitar 13,10% atau sekitar 1.1 juta orang. Jumlah penduduk miskin di Sumsel ini diatas rata-rata nasional yang hanya sebesar 10,12%.

“Sungguh ironis, provinsi Sumsel adalah provinsi terkaya nomor 5 di Indonesia. Namun faktanya warga miskin masih banyak. Semestinya dengan kekayaan alam yang berlimpah, masyarakat Sumsel makmur. Ini pasti ada sesuatu yang salah,’’ tegas HD disambut riuh tepuk tangan semua pendukung dan hadirin.

Tidak hanya menyoroti masih banyaknya warga Sumsel yang miskin, Cagub yang diusung PAN, NasDem, Partai Hanura dan PKPI ini mengungkapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel yang dibawah rata-rata nasional. Bahkan, Sumsel berada di peringkat 22 dari 34 provinsi se Sumsel. IPM adalah standar internasional untuk mengukur keberhasilan pembangunan sebuah daerah yang meliputi sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi atau daya beli masyarakat.

“Bahkan IPM Sumsel termasuk terendah di Pulau Sumatera. Ini sesuatu yang mengkhawatrikan,’’ tegas mantan Bupati OKU Timur dua periode ini.

Hal lain yang disorot pasangan HDMY adalah ketimpangan atau kesenjangan pembangunan infrastruktur di Sumsel. Dimana pembangunan infrastruktur hanya terpusat ibukota Provinsi saja. Sehingga infrastruktur, terutama jalan dan jembatan di 16 kabupaten /kota yang lainnya terabaikan.

“Ini adalah fakta dan dapat kita rasakan sendiri dimana jika kita pergi ke daerah-daerah kita menemukan masih banyak ruas jalan yang rusak parah,’’ tandasnya.
Masih tingginya angka kemiskinan di Sumsel saat ini juga diungkapkan Cagub nomor rut 2, Syaifuddin Aswari Rivai. Menurut Bupati Lahat non aktif ini, banyaknya masyarakat miskin ini tersebar di perkotaan dan pedesaan.

“Saya sependapat dengan Pak Herman Deru bahwa masalah tingginya angka kemiskinan ini masih terjadi di Sumsel hingga saat ini. Ini Pekerjaan Rumah yang harus dituntaskan oleh siapa saja yang terpilih menjadi gubernur nantinya,’’ kata cagub yang diusung PKS dan Gerindra ini.

Dalam debat yang berlangsung cukup panas tersebut HDMY mampu meyakinkan para panellis yang dihadirikan yaitu Prof DR Sirozi (Rektor UIN Raden Fatah Palembang), Prof DR Sobri (Dekan Fisip Unsri), Prof DR Taufik Marwah (Dekan Fakultas Ekonomi Unsri), DR Febrian (Dekan Fakultas Hukum Unsri) dan Yayan Supriatna (dosen Planologi Univetsitas Trisakti Jakarta). Apalagi, HDMY menyampaikan visi, misi dan programnya secara rinci dan berdasarkan data-data akurat.
Diakhir debat HDMY menyampaikan visinya yaitu membangun Sumsel secara merata berbasis ekonomi kerakyatan menuju Sumsel yang maju dan unggul dengan 9 program unggulan, antara lain percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, membenahi program Sekolah dan Berobat Gratis yang mati suri, membangun kehidupan religius dengan membangun rumah tahfidz, memberikan insentif guru mengaji.
Selain itu, Program Desa Luhur Mandiri (Desa Kelurahan yang Maju Disiplin dan Religius) yaitu penempatan 10.000 sarjana pendamping desa pertahun, membenahi pasar dan hilirisasi produk perkebunan serta pertanian,
, pengentasan kemiskinan dengan memberikan bantuan sosial, modal, dan bedah rumah.

Program lainnya membuka wawasan rakyat dengan membangun taman bacaan dan internet serta membenahi transportasi publik serta memindahkan angkutan batubara ke jalan khusus.

Related posts

Leave a Comment