HEADLINEKRIMINALPOLITIK

Susno Merapat ke Partai Demokrat

PAGARALAM ONLINE—Langkah mantan Kabareskrim Komjen Pol (purn) Susno Duadji  untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 mndatang tampaknya makin kentara.  Jendral asal Kota Pagaralam ini tampak terus mendekati partai politik.

Setelah sebelumnya  sering muncul di sejumlah kegiatan PDIP, beberapa hari belakangan Susno tampak merapat ke Partai Demokrat.  Bahkan, Susno sudah bersilaturahmi dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam  sebuah acara yang digelar Patani (Pandu Tani Indonesia) di Cikeas beberapa hari lalu. Seperti diketahui meskipun bukan sayap partai Demokrat, namun Patani adalah organisasi yang didirikan oleh elit-elit Partai Demokrat, seperti Sarjan Tahir .  Bahkan, Susno mendapat kedudukan sebagai Datuk di Patani..

Baca Juga  M Fadly: Pagaralam Targetkan 7 Emas Porprov.

Kedekatan Susno Duadji dengan Partai Demokrat cukup menyita perhatian publik Sumsel. Mengingat kegiatan Susno dengan elit-elit Partai Demokrat tersebut tersebar luas di media sosial . Sejumlah akun facebook tim sosialisasi Susno Duadji aktif mengunggah foto-foto Susno bersama pengrus Partai Demokrat.  Sinyal apa ini????

Jika memang  Partai Demokrat akan mengusung dan mendukung Susno dalam Pilgub nanti, lalu bagaimana nasib Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Ishak Mekki yang dikabarkan juga akan maju dalam Pilgub Sumsel 2018 mendatang?

Pengamat politik Sumsel,  Drs Ardiansyah Msi menilai, peta politik Pilgub Sumsel masih sangat cair lantaran masih cukup lama. Sehingga terlalu dini jika menilai kegiatan partai politik dengan bakal calon gubenur (bacagub) sebagai sebuah keputusan politik.

Baca Juga  Kejurnas Off Road Seri II Padang Serunting,67 Offroader Bersaing Taklukkan SCS.

“Semuanya masih dalam tahap komunikasi politik dan pendekatan politik,’’ ujar dosen ilmu politik Stisipol ini.

Menurut Ardiansyah, melihat trend saat ini, sebuah parpol hati-hati dan sangat cermat dalam menetapkan siapa figur yang akan diusung dalam Pilgub Sumsel 2018 mendatang. Parpol akan sangat mempertimbangkan hasil survey dalam menentukan figur yang akan didukung. Sehingga seorang Ketua DPD atau DPW tidak otomatis akan mendapatkan tiket menjadi calon kepala daerah.

“Jika surveynya jeblok, tentu DPP tidak akan merekomendasikan ketua DPD atau Ketua Dpw untuk mencalonkan diri,’’ ujarnya.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close