Setiap Hari Siswa Dikawasan Dempo Selatan Harus Bertaruh Nyawa Demi Bisa Menimba Ilmu

PAGARALAM ONLINE –  Masih minimnya angkutan umum dibeberapa kawasan kota Pagaralam membuat warga terkadang melakukan hal-hal nekad dan berbahaya demi bisa bepergian.

Seperti yang setiap hari harus dijalani oleh banyak pelajar di kawasan Dempo Selatan kota Pagaralam.Minimnya angkutan umum membuat mereka sering kali terpaksa menantang maut dengan bergelantungan atau duduk di atas atap sebuah angkutan pedesaan (angdes) hanya demi bisa pergi atau pulang sekolah.

Sus (43) salah satu orang tua siswa mengatakan,setiap hari dirinya merasa kawatir dengan kondisi ini,namun dirinya juga tidak melarang anak-anaknya lantaran minimnya angkutan umum di daerahnya.

“Sangat kawatir sebenarnya pak.Tapi mau bagaimana lagi,pasalnya tidak ada pilihan lain selain angdes itu yang jumlahnya pun cuma sedikit yang beroperasi di daerah kami” keluhnya kepada Pagaralam Online (24/8).

Sementara itu Firman (40) pemilik salah satu angdes mengungkapkan bahwa dirinya tahu kalau yang dilakukan para pelajar ini sangat berbahaya,lantaran harus berdesakan dalam satu angdes dan sering kali bergelantungan ataupun terpaksa duduk diatas atap angdes miliknya.Namun dirinya juga tidak bisa berbuat banyak lantaran hanya beberapa angdes yang beroperasi di wilayah ini untuk mengangkut para pelajar ini pergi ataupun pulang sekolah.

“Saya tahu yang saya lakukan ini salah dan melanggar aturan lalu-lintas,tapi kalau tidak diangkut kasihan anak-anak ini yang rata-rata rumahnya jauh dari sekolah,”ungkapnya sambil mengatakan bahwa ongkos yang dia minta hanya seribu rupiah per pelajar.

Warga berharap pemerintah daerah bisa menambah jumlah atau trayek angkutan umum dah bila perlu mengaktifkan bus sekolah di kawasan Kecamatan Dempo Selatan,agar supaya para siswa maupun pelajar di kawasan ini tidak perlu lagi bertaruh nyawa demi menempuh pendidikan bagi masa depannya.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.