Romantisme Herman Deru dan Istri di Tangga 2001 Pagaralam

PAGARALAM—Pesona keindahan panorama Kota Pagaralam membuat siapapun terbius, tak tekecuali calon Gubernur Sumsel nomor urut 1 , H. Herman Deru. Di sela-sela kesibukannya kampanye di Pagaralam, Kamis (22/3), Herman Deru sengaja menyempatkan waktu mengunjungi kawasan wisata Gunung Gare yang terletak di perkebunan teh Gunung Dempo tersebut.

Pagi itu, tampak Herman Deru bersama sang isteri, Hj. Febrita Lustia tampak begitu menikmati keindahan panorama Gunung Gare. Pagi yang cerah ditambah cuaca yang sejuk menambah suasana begitu romantis. Mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut tampak erat menggengam tangan istrinya sambil menapaki tapak demi tapak Tangga 2001 yang membelah kebun teh di belakang megahnya Hotel Gunung Gare milik Pemerintah Kota Pagaralam tersebut.

“ Suasananya romantis sekali. Serasa masih pacaran,’’ celetuk Herman Deru tersenyum dihadapan sejumlah rombongan tim pemenangan HDMY yang menemaninya. Sang isteri, Hj Febrita Lustia yang mengenakan gaun dan kerudung warna coklat muda tampak tersipu.

Sambil duduk di bangku yang berjejer di pinggir tangga 2001, Herman Deru bercerita singkat tentang perjalanan hidupnya . Pria kelahiran Belitang, OKU Timur tahun 1967 ini mengaku sangat bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih yang telah menganugerahinya isteri dan 4 orang putrinya yang sangat mendukung perjalnan karirnya, mulai dari sebagai Pegawai Negeri Sipil, pengusaha sampai terjun ke dunia politik hingga menjadi Bupati OKU Timur selama 10 tahun. Begitupun ketika dia memutuskan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumsel .
“Alhamdulillah, seluruh keluarga mendukung perjalanan karir saya. Keluarga besar mengerti tujuan saya untuk mengabdi kepada masyarakat,’’ papar Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Sumsel ini.

Mengenai keindahan panorama Kota Pagaralam, Herman Deru mengaku sangat tertarik dan sudah punya konsep bagaimana membangun pariwisata Kota Pagaralam dan menjadikannya sebagai destinasi wisata terbaik di Sumsel, bahkan nasional. Mengingat, Kota Pagaralam mempunyai keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain.

“Kuncinya di infrastruktur dan marketing. Infrastruktur menuju Kota Pagaralam harus baik, jalan dan jembatan menuju Pagaralam harus dalam kondisi baik. Namun tidak cukup dengan itu, promosi dan marketing pariwisata juga harus berjalan dengan baik,’’ papar pria yang akrab dipanggil Deru ini.

Menurut Deru, untuk membangun infrastruktur pendukung pariwisata Kota Pagaralam, peran seorang gubernur harus total disinergiskan dengan peran Walikota Pagaralam. “Jangan dibiarkan Pemkot Pagaralam berjalan sendirian. Gubernur harus berperan besar,’’ tegas Deru.

Setelah infrastruktur baik, kata Deru, maka investor akan datang sendiri untuk membangun pariwisata di Pagaralam.

“Yang tidak kalah pentingnya juga adalah peran masyarakatnya. Warga Pagaralam yang terkenal ramah juga menjadi modal yang besar untuk menarik investr dan wisatawan,’’ paparnya.

Related posts

Leave a Comment