Punya Potensi Tambang Emas dan Batu Bara,Arudji Yakin Pendirian Kabupaten Besemah Bisa Terwujud.

PAGARALAM ONLINE – Wacana serta inisiasi pembentukan Kabupaten Besemah terus bergulir. Menghubungi Pagaralam Online, Arudji Kartawinata menjelaskan bahwa proses ini (pembentukan Kabupaten Besemah – red) terus akan di sosialisasikan.

“Tolong bantu sosialisasi soal Kabupaten Besemah ini kepada masyarakat agar mereka tahu dan mudah-mudahan mendukung gerakan ini,”pintanya kepada Pagaralam Online (30/08)

Dijelaskan Arudji, bahwa gerakan serta inisiasi Kabupaten Besemah bukanlah barang baru sebab sudah pernah didiskusikan dan direncanakan sebelum kota Pagaralam terbentuk oleh para tokoh-tokoh H.Ahmad Bakri,Mulyadi dan beberapa tokoh lainnya yang pada kisaran tahun 1990 menghadap Alamsyah Ratu Prawiranegara sebagai Menko Kesra untuk membahas tentang peningkatan status Kecamatan Pagaralam menjadi Kota Administratif.

“Jauh sebelum Kotif Pagaralam terbentuk sudah ada inisiasi oleh para tokoh-tokoh seperti Haji Ahmad Bakri Margelumpai sekarang sudah berumur 90 tahun bersama beberapa orang lainnya menghadap pak Alamsyah yang saat itu menjabat Menko Kesra membicarakan soal pengembangan dan peningkatan status Kecamatan Pagaralam,”jelasnya (30/08)

Arudji membenarkan bahwa inisiatif pembentukan serta inisiasi Presidium Kabupaten Besemah bertujuan untuk meneruskan cita-cita para pendahulu dengan niat mensejahterakan daerah.

“Pijakan sejarah bukan cuma jadi semangat awal namun kami berusaha mewujudkan cita-cita para pendahulu yang telah lama mendambakan berdirinya Kabupaten Besemah yang meliputi wilayah Kewedanaan Besemah dimana kami mendapat lampu hijau dari pihak Kementrian Dalam Negeri untuk mengadakan kajian holistik tentang potensi daerah yang direncanakan masuk dalam daerah otonomi baru ini seperti contoh adanya potensi tambang emas di kawasan Kecamatan Pajar Bulan dan Tanjung Sakti jadi bukan semata-mata mengharapkan hasil pajak bumi dan bangunan saja,”bebernya sambil menjelaskan bahwa gerakan ini tidak hanya di dukung oleh kaum tua juga disemangati oleh kaum muda utamanya yang tergabung dalam pemuda Jurai Besemah.

Kemudian Arudji menjelaskan bahwa kelemahan kota Pagaralam sendiri sebagai daerah otonom yakni minimnya Pendapatan Asli Daerah lantaran sumber-sumber ekonomi potensial yang tidak ada sehingga masih sangat bergantung dengan pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan dan harapannya dengan tergabung dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Besemah nantinya akan mampu mendongkrak PAD daerah yang berasal dari sumber-sumber potensi pertambangan semisal baru bara maupun emas yang dapat menunjang pertumbuhan dan pembangunan daerah jangkah panjang.

“PAD kota Pagaralam 85 persent berasal dari pusat sepeti Dana Aloksi Umum dan Khusus dan sisanya baru pendapatan asli daerah dimana berdasarkan data 2018 pertumbuhan ekonomi daerah tingkat dua seprovinsi Sumatera Selatan dari 17 Kabupaten/Kota,Pagaralam ada di urutan 16 dan terklasifikasi daerah tertinggal dibanding daerah-daerah tetangganya,dan dengan rencana penggabungan daerah ini dalam DOB Besemah maka akan dapat meningkatkan daya saing daerah,”pungkasnya (30/08)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.