Puncak Musim Kemarau,Pagaralam Dilanda Suhu Dingin Ekstrim.

PAGARALAM ONLINE – Beberapa minggu belakangan,suhu dingin yang cukup ekstrim  melanda kota Pagaralam.

Suhu dingin ekstrim ini sangat terasa terutama pada sore dan malam hingga pagi hari yakni mencapai 18° Celcius dan pada siang hari suhu berkisar 24° hingga 26° Celcius.

Suhu dingin yang menusuk ini akan makin terasa jika kita berada di kawasan yang relatif lebih tinggi seperti kawasan perkebunan teh gunung Dempo yang suhunya bisa semakin menurun hingga 15° Celcius.

Penomena penurunan suhu yang cukup signifikan ini membuat sebagian warga Pagaralam merasa segan untuk beraktifitas di luar rumah utamanya pada hari di sebabkan kondisi ini,dan kalaupun terpaksa beraktifitas biasanya para warga akan mengenakan pakaian tambahan semisal jaket tebal untuk menghalau hawa dingin.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi,Kelautan dan Geofisika (BMKG),penyebab penurunaan suhu ekstrim ini dikenal dengan istilah “Penomena Aphelion” yakni penurunan suhu drastis akibat siklus perubahan musim yang terjadi setahun sekali pada yakni puncak musim kemarau pada rentang bulan Juli hingga Agustus yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Penomena Aphelion ini semakin terasa akibat pengaruh priodeisasi musim dingin di wilayah benua Australia dan laut Pasifik yang membawa angin dingin dan kering ke wilayah Indonesia akibat pola tekanan udara yang relatif tinggi sehingga di sebagian wilayah Indonesia terjadi penurunan suhu drastis bahkan di sebagian dataran tinggi terjadi penomena beku yakni suhu mencapai 0° hingga -2° Celcius seperti yang terjadi di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah (Sumber www.bmkg.go.id)

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.