Pro Kontra Penutupan Jalan Demi Besemah Expo

PAGARALAM ONLINE – Pelaksanaan Besemah Expo sebagai rangkaian memeriahkan Hari Jadi kota Pagaralam setiap tahunnya selalu saja menuai protes warga mulai soal lokasi pelaksanaan hingga akibat yang di timbulkannya.

Seperti di keluhkan Ikcwan Novri yang menuliskannya di grup pacebook Dangau Besemah.

Dikutip dari laman grup publik tersebut,Ikcwan Novri mengeluhkan penutupan jalan utama kota lintas provinsi/kabupaten oleh pemerintah daerah demi melaksanakan kegiatan itu (Besemah Expo_red) utamanya jalan menuju Rumah Sakit Umum Besemah kota Pagaralam.

“Jaman jasida tebekop, jaman idanov tebekop, jaman alfad bekerja cerdas , kalu nian , , engkase seragi saje, akses utama pagaralam 4 lawang, bengkulu, , nek lebih patal agi titu akses utame ghumah sakit,,teebeekop”tulisnya dalam bahasa Besemah (Pagaralam) yang artinya zaman kepemimpinan walikota Djazuli Kuris/Ida Fitriati jalan di tutup,zaman walikota Ida Fitriati/Novirza jalan di tutup,zaman walikota Alfian/Padli bekerja cerdas mungkin..rupanya sama saja,akses utama Pagaralam 4 Lawang,Bengkulu dan yang lebih patal lagi itu akses utama menuju rumah sakit tertutup (14/06)

Ada warganet yang setuju dengan protes Ikcwan Novri karena menilai bahwa kegiatan pemerintah tak seharusnya menggangu arus lalu-lintas dan aktifitas warga utamanya akses menuju rumah sakit bagi pasien yang perlu segerah mendapat penanganan medis,namun ada juga masyarakat yang menganggap hal itu biasa saja.

Pantauan di lapangan (Sabtu 15/06),pelaksanaan Besemah Expo tahun 2019 yang di pusatkan di alun-alun utara kota Pagaralam ini memang membuat penutupan akses jalan mulai simpang Tugu Jam depan SMA Negeri 1 hingga simpang RSUD Besemah dan walaupun pemerintah daerah telah menyiapkan jalur alternatif menuju RSUD bagi warga yang memerlukan tindakan medis darurat namun adanya tindakan sebagian warga yang menjadikan sekitar areal Besemah Expo sebagai lahan parkir seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dinilai akan dapat merugikan pihak lain.

Pro kontra penutupan akses jalan oleh pemerintah daerah demi pelaksanaan Besemah Expo yang lantas membuat beberapa pihak merasa di rugikan sudah seharusnya membuat pemerintah daerah saat ini dengan jargon “Kerja Keras Kerja Cerdas” berfikir untuk membangun areal expo yang memadai dan dapat mengakomodir keinginan warga.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.