Pro dan Kontra Rencana Penertiban Pedagang Pasar Nendagung.

PAGARALAM ONLINE – Tanggal 14 Januari mendatang pemerintah kota Pagaralam melarang seluruh pedagang pasar Nendagung menggelar barang dagangan di luar gedung pasar yang sudah ada.

Rencana penertiban kembali para pedagang oleh pemkot Pagaralam yang sebelumnya berjualan di dalam gedung mendapat beragam reaksi dari warga maupun pedagang itu sendiri.

Salah seorang warga mengatakan,rencana pemkot Pagaralam untuk menertibkan kembali para pedagang adalah positip namun juga harus memikirkan kenyaman para pedagang utamanya masyarakat sebagai pembeli.

“Saya setuju pedagang masuk kedalam gedung pasar,tapi juga harus di fikirkan soal kenyaman pedagang maupun pembeli sebab saya lihat kondisi gedung pasar itu juga masih sempit dan juga terasa panas terutama saat siang hari,dan untuk saat ini kami memang lebih nyaman berbelanja di luar gedung itu,”ucap Yeni (33) warga setempat kepada Pagaralam Online (04/11)

Sementara itu Ali Affan  salah seorang warga pada laman media sosialnya yang di tulis di grup Dangau Besemah mengharapkan agar pemkot Pagaralam mengkaji ulang rencana ini sembari menghitung jumlah para pedagang yang ada di lokasi itu serta melakukan perbaikan maupun penambahan fasilitas maupun sarana gedung pasar demi kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Cube kdai cek lokasi e,ckup dd kandek kios e tu untuk d isi nga pedagang.
1×1 mane ka cukup.
Anengka kdai kelu kesa masyarakat mangke mpai jalankan program.
Jangan ate langsung ngambek keputusan..”tulisnya (04/01)

Sebagaimana di ketahui pemkot Pagaralam merencanakan untuk melakukan penertiban kembali Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di luar gedung pasar Nendagung.

Pasalnya Pemkot Pagaralam menilai karena pagadagang yang lebih memilih berjualan di luar gedung ketimbang di dalam di bangununan pasar yang dibangun sejak 2015 tersebut. membuat kondisi pasar semerawut dan terkesan tidak teratur.

Informasi yang berhasil dihimpun, penertiban para PKL direncanakan akan dilaksanakan pada Tanggal 14 Januari 2019 mendatang, dengan menurunkan tim yang dibentuk oleh Pemkot meliputi Polres Pagaralam, Pol PP, Disperindagkop dan BPBD Pagaralam dengan fokus penertiban semua pedagang akan ditarik masuk ke gedung pasar untuk menenpati kios yang sudah ditentukan, agar kawasan pasar terlihat bersih dan rapi.

Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli kepada awak media mengatakan, jika penertiban yang akan dilakasanakan nanti akan dilakukan secara persuasif tanpa ada kekerasan bahkan Pemkot akan bersurat terlebih dahulu kepada PKL.

“Jadi penertiban yang akan dilakukan tidak akan ada istilah pemaksaan dan kekerasan dari tim yang akan kita turunkan, akan tetapi melalui berdialog terlebih dahulu,”katanya (Jumat 4/1)

Wawako menjelaskan per tanggal 14 Januari semua pedagang harus masuk ke dalam Gedung dan menempati Lapak. Namun Jika lewat dari 14 Januari masih ada pedagang yang berjualan diluar maka Pol PP yang akan melakukan penertiban dengan tegas.

“Setalah tanggal 14 tidak ada lagi pedagang berjualan diluar, namun jika masih ada pedagang yang membandel, pihaknya akan melakukan pembongkaran lapak pedagang,”tegasnya.

 

Related posts

Leave a Comment