Politik memanas, Baliho Porkot tanpa foto Wawako

PAGARALAM ONLINE – Kendatipun Pilkada Kota Pagaralam 2018 masih cukup lama, namun suhu politik tampaknya mulai memanas. Aroma persaiangan antara Walikota Pagaralam, Hj. Ida Fitriati dan Wakil Walikota Pagaralam, Novirza Djazuli yang dikabarkan akan sama-sama maju merebut kursi Pagarlam 1 makin terasa.

Saat ini salah satu pemicu panasnya suhu politik adalah beredarnya sejumlah alat peraga (baliho dan spanduk) Pekan Olahraga Kota (Porkot) Pagaralam yang tidak menyertakan foto Wakil Walikota, Novirza Djazuli. Dalam berbagai baliho berisi pengumuman pelaksanaan Porkot tersebut hanya terpampang foto Walikota Ida Fitraiti bergandengan dengan Ketua KONI Pagaralam, Ludy Oliansyah. Pemasangan foto gandeng Ida- Ludy ini seakan mengkonfirmasi kabar yang selama ini beredar bahwa Ida akan menggandeng Ludy sebagai cawawako dalam Pilkada 2018 mendatang.

Foto gandeng Ida- Ludy di sejumlah baliho Porkot ini kemudian menjadi perbincangan cukup hangat warga Pagaralam. Terutama perbincangan di media sosial, facebook. Bahkan foto gandeng Ida-Ludy menjadi sempat menjadi viral yang juga menjadi perbincanganpara pejabat dan kalangan PNS Pemkot Pagaralam .

“Nah panas kalau sudah begini. Kami PNS serba salah kalau walikota dan wakil walikota sudah pecah kongsi. Lebih baik tidak ikut-ikutan,” ungkap Mn, seorang PNS di Kecamatan Pagaralam Utara kepada Pagaralam Online siang tadi Sabtu (12/11).

Sejumah pejabat Pemkot yang enggan disebutkan namanya menyesalkan beredarnya baliho Porkot yang tidak menyertakan foto Wakil Walikota Novirza Djazuli tersebut. Mengingat jika disengaja beredaranya baliho tersebut dapat memicu panasnya suhu politik. Padahal selama ini suhu politik masih cukup kondusif.

“Kami tidak tahu siapa yang membuat baliho baliho itu, Mungkin pihak KONI atau panitia. Coba tayakan saja ke KONI,’’ ujar pejabat Pemkot yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pejabat esolon 3 tersebut, semestinya untuk kegiatan-kegiatan resmi Pemkot Pagaralam, dipasang foto Walikota dan Wakil Walikota secara bergandengan. Mengingat sampai saat ini Ida –Novirza masih pasangan sah. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga etika pemerintahan.

“Kalau terus dipanas-panasi, saya khawatir akan mempengaruhi kinerja Pemkot Pagaralam. Dikhawatirkan terjadi blok-blok di kalangan PNS. Kalau ini terjadi akan merugikan semua pihak,’’ tegasnya.

Di medsos, perbincangan soal balho KONI ini juga cukup panas. Akun facebook ata nama Bijak Pulon yang menjadi member grup Dangau Besemah memposting foto baliho tersebut dengan menambahkan komentar “Calon W1 dan W2 kedepan akankah?Lok mane kire-kire Om Kojek?”.

Postingan tersebut memancing sejumlah pra dan kontra. Bahkan beberapa komentar sudah nampak saling menyudutkan. Namun ada juga masyarakat yang bijak menanggapi hal tersebut.

Seperti akun Minang Apri Wijaya mengomentari postingan tersebut dengan santai “Ndok,,miris nginake mpok sebatas banner…ngape ngancak nagh dek ngakui wawako tu..secare kelembagaan, ade wako ade wawako e..mentanglah e..la politik agi…haha”.

Akun atas nama Reber Hendrik Yamin juga berkomentar positif “Kalu boleh ngenjuk saran alangkah alape photo wawako tetap bergandengan dgn Wako nha ketue KONI ade disisi laine”.

Related posts

One Thought to “Politik memanas, Baliho Porkot tanpa foto Wawako”

  1. Avatar diri

    Ai ude minang apriwijaya tau ape kb tentang politik La jd tape kb selame idupni blm ade tekinak nongol ige kemajuan kbtu

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.