Pilwako Pagaralam, Seorang Wanita Tangguh “Dikeroyok” 5 Pria

KPUD Kota Pagaralam, Senin (12/2)  telah resmi menetapkan 6 pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Kota Pagaralam 27 Juni 2018 mendatang. Keenam paslon tersebut adalah Hj Ida Fitriati Basyuni – Armansah (Idaman) yang diusung/didukung Partai Golkar, PDIP, PBB, Hanura , PPP dan Perindo, pasangan Alfian- M Fadli (Alfad) yang diusung PKN dan Nasdem, pasangan Gunawan- Febrianto yang diusung PAN, Gerindra, PKS dan Demokrat dan tiga pasangan melalui jalur perseorangan atau independen yaitu Novirza Djazuli- Suhadrind (NS),pasangan Ludi Oliansyah- A Fachri (LA) dan pasangan Hermanto- Musabaqoh.

Mencermati Pilkada Kota Pagaralam memang menarik. Meskipun tidak seramai Pilkada Pagaralam 2013 yang diikuti 9 paslon, namun  Pilkada 2018 ini tidak kalah mendembarkan. Semua paslon dan tim sukses mengaku optimis dapat memenangkan pertarungan politik yang sulit ditebak hasilnya tersebut. Apalagi muka-muka lama masih meramaikan bursa perebutan kursi Pagaralam 1 tersebut, sebut saja walikota petahana, Ida Fitriati, Novirza Djazuli yang mengandalkan kekuatan politik orangtunyanya, H. Djazuli Kuris dan Alfian.

Satu hal yang menarik dalam Pilwako Pagaralam 2018 ini adalah menggambar Ida Fitriati yang akrab disapa Buk Ida sebagai satu-satunya calon perempuan. Dapat diibaratkan bahwa  Buk Ida adalah sosok wanita tangguh “dikeroyok” dan ditantang oleh lima orang lelaki.

“Suhang kerbay digumbuli li 5 lanang besak-besak tinggi,’’  (Seorang ibu-ibu dikeroyok oleh 5 pria berbadan besar tinggi. Begitu pendapat  banyak warga Kota Pagaralam untuk menggambarkan  peta kekuatan pertarungan 6 paslon yang maju dalam Pilwako Pagaralam 2018 ini.

Meskipun wanita, memang sosok Buk Ida tidak dapat dipandang enteng.  Bahkan sebaliknya Dokter Teladan se Sumsel tersebut memang dikenal sebagai wanita tangguh, cerdas, tegas dan trengginas yang sarat pengalaman. Soal melayani rakyat, mantan Kepala Dinas Kesehatan  Lahat ini sudah  teruji saat menjadi dokter muda yang ikhlas  mendatangi dan mengobati pasien yang tinggal di  pelosok-pelosok dusun dan talang.

Hasil survey Voxpoll Centre November 2017 lalu menyebutkan, tingkat kepuasan masyarakat Kota Pagaralam atas kinerja Buk Ida selama hampir lima tahu memimpin Pagaralam masih cukup tinggi, yakni mencapai 63%.  Kepuasan masyarakat tersebut berdampak pada popularitas Buk Ida yang sudah mencapai klimaks yakni 97, 5 persen dan tingkat kesukaan mencapai 72,3 persen.

Menurut survey itu, elaktabilitas (tingkat keterpilihan) Buk Ida  mencapai 30,8 persen, tertinggi dibandingkan semua calon lainnya.  Elektabilitas kedua diraih Gunawan 14 persen, Ludi Oliansyah 11,5 persen, Alpian 8 persen, Novirzah Djazuli 3,8 persen dan calon lainnya 7,8 persen, dengan tingkat yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 24,3 persen responden.

Dengan peta survey tersebut, memang sosok Buk Ida bukanlah lawan enteng dan mudah dikalahkan oleh lawan-lawannya.  Ketangguhannya ibarat Tjoet Nyak Dien, pahlawan wanita dari Aceh yang terkenal itu. Sikap keibuan dan kepeloporannya bagai RA Kartini dan Dewi Sartika serta kecerdasannya bagai Menteri Keuangan, DR Sri Mulyani Indrawati.

Ketangguhan Buk Ida makin lengkap ketika dalam Pilkada 2018 ini,dia yang berpasangan dengan Armansah (Idaman) didukung 6 partai politik yang solid, yaitu Partai Golkar, PDIP, PBB, Hanura, PPP dan Perindo. Lebih dari itu, selama hampir 5 tahun memimpin Kota Pagaralam, Buk Ida memang sudah membuktikan kinerjanya dengan Kerja Nyata, bukan sekedar wacana atau janji-janji belaka..

Related posts

Leave a Comment