Pilkada Pagaralam, PDIP, Demokrat dan PKPI Terancam Tak Laku

-Diprediksi Dikuti 6 Paslon

-Hari ini Kojek dan Ludi Daftar ke KPU

PAGARALAM—Tiga partai politik (parpol), yaitu PDIP, Partai Demokrat dan PKPI terancam tidak laku alias tidak dilirik para kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada Pagaralam 2018 mendatang. Pasalnya, saat ini 3 bakal pasangan calon (paslon) yaitu Ida Fitriati –Armansyah (Idaman), pasangan Alfian- M Fadli (Alfad), dan pasangan Gunawan- Febrianto (Gun-Febri) sudah mencukupi syarat dukungan parpol, yaitu minimal 5 kursi di DPRD Kota Pagaralam.

Sementara 3 bakal paslon lainnya, yaitu pasangan Novirzah Djazuli- Suharindi, pasangan Ludi Oliansyah- A Fachri (LA) dan pasangan Hermanto – Anuar Rasyid (HeAR) telah memastikan maju melalui jalur perseorangan alias independen.

Informasi yanh dihimpun Pagaralam Online menyebutkan, terlambatnya 3 parpol tersebut memberikan dukungan lantaran mekanisme internal parpol yang cukup panjang. Namun faktor lainnya diduga lantaran tidak tercapainya kesepakatan atau negosiasi seputar besaran mahar politik antara parpol dan kandidat.

“Belum deal karena ada hal-hal belum disepakati. Kalian tahulah. Ini kan ada kaitannya dengan Pemilu 2019 dimana parpol butuh dana yang sangat besar,’’ ujar seorang pengurus parpol yang enggan disebutkan jati dirinya kepada Pagaralam Online.

Ketua PDIP Pagaralam, Yumisa membantah belum turunya dukungan PDIP  terhadap calon di Pilkada Pagaralam 2018 terkait soal mahar politik. Sebab sejak dulu PDIP tidak mengenal uang mahar dalam setiap ajang Pilkada. “Ini hanya mengikuti mekanisme partai yang ada di PDIP. Mekanisme ini sedang berproses. Pada saatnya nanti PDIP pasti menetapkan calon yang akan didukung,” tegas Yumisa kepada media belum lama ini.

Sejumlah kandidat yang ditemui Pagaralam Online mengaku sudah mengamankan tiket atau perahu untuk maju dalam Pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang. Sehingga tidak perlu lagi mengejar-ngejar dukungan parpol yang saat ini belum menentukan dukungannya. Namun jika 3 parpol yaitu PDIP, Demokrat dan PKPI ingin mendukung tentu akan diterima.

“Alhamdulillah dukungan parpol sudah mencukupi syarat yang ditetapkan KPUD. Namun bila ada parpol yang mau mendukung tentu kami akan terima dengan tangan terbuka dan senang hati. Prinsipnya kami ingin membangun koalisi dan komunikasi yang sebaik-baiknya,baik itu dengan parpol dan masyarakat,’’ papar Ida Fitriati kepada Pagaralam Online, Sabtu (25/11).
Menurut Ida, sejak awal, dirinya telah membangun komunikasi dan mengikuti seleksi yang dilakukan setiap parpol. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya itikad baik untuk mendapatkan dukungan semua parpol.

“ Dalam perjalananya kemudian parpol menentukan pilihan masing-masing, Keputusan tersebut harus kita hargai dan hormati. Yang penting komunikasi tetap baik dan silaturahim tetap terjaga, sehingga Pilkada Pagaralam 2018 mendatang berjalan dengan aman dan damai,’’ papar wanita yang akrab dipanggil Buk Ida ini.
Dihubungi secara terpisah, pengamat politik Sumsel, Dicky Chaniago memprediksi para calon walikota Pagaralam yang sudah mengamankan tiket atau perahu tidak akan mau lagi bernegosiasi dengan 3 parpol, yaitu PDIP, Demokrat dan PKPI yang belum menentukan dukungannya.

“Dugaan saya 3 parpol itu akan ditinggal karena tidak terlalu berguna lagi untuk syarat lolos menjadi calon. Ini artinya 3 parpol itu tidak laku lagi, para calon akan tetap jalan tanpa dukungan parpol itu,’’ jelas Dicky Chaniago.
Menurut Dicky, melihat kondisi saat ini, maka negosiasi politik akan mengikuti hukum pasar. Dimana jika menfaatnya tidak begitu besar lagi maka nilai tawar parpol akan rendah. Sehingga nilai mahar politik juga sangatlah kecil dan berbeda dengan harga tawar di saat para kandidat sedang gencar-gencarnya melobi parpol.

“Prediksi saya 3 parpol itu akhirnya akan memberikan dukungan kepada para calon dengan mudahnya , bahkan bisa saja tanpa syarat alias gratis,’’ ujar Dicky sembari tertawa.

Seperti diketahui, sebanyak tiga bakal paslon Pilkada Pagaralam akan maju melalui jalur partai politik, yaitu pasangan walikota petahana dr. Hj. Ida Fitriati Basyuni , Mkes – Ir. Armansyah (Idaman) yang didukung koalisi Partai Golkar, PBB, Hanura, PPP dan Perindo, pasangan Alfian Maskoni – Muhammad Fadli (Alfad) yang didukung PKB dan Partai Nasdem dan pasangan Ir. Gunawan, MT- Febrianto, S.Si, SH, MH (Bergunato) yang didukung koalisi Partai Gerindra, PKS dan PAN. Tigas bakal paslon lainnya akan maju melalui jalur perseorangan atau independen, yaitu pasangan Novirzah Djazuli – H. Suharindi, SPd (Nova-Rindi) , pasangan Ludi Oliansyah – Drs A. Fachri (LA) dan bakal paslon Hermanto- Rasyid Anwar (HeAr).
Sampai saat ini tercatat sebanyak dua parpol yang belum menentukan dukungannya, yaitu PDIP dan Partai Demokrat. Namun diprediksi kedua parpol tersebut akan mendukung salah satu dari 3 bakal paslon yang sudah didukung parpol. Kecil kemungkinan PDIP dan Partai Demokrat akan membentuk poros baru.

 

Related posts

Leave a Comment