Pengamat : Ada Yang Panik dan Merusak Gambar IDAMAN

PAGARALAM—Sekitar 40 hari jelang hari pencoblosan Pilkada Kota Pagaralam 27 juni 2018, suhu politik makin memanas, ditandai dengan banyaknya aksi perusakan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) paslon nomor urut 3 Hj. Ida Fitriati Basjuni – Armansah (IDAMAN). Herannya, APK  lima paslon lainnnya tidak diganggu sama sekali.

Mengapa hanya APK IDAMAN yang diganggu?

Pengamat politik Sumsel, DR Ardiansyah Chaniago, SIP , perusakan terhadap sejumlah baliho, spanduk dan poster pasangan Idaman yang terpasang di tempat tempat umum tersebut merupakan unsur kesengajaan dan operasi politik khusus yang dilakukan pihak tertentu yang terganggu dengan popularitas dan elektabilitas Idaman yang dikabarkan masih mengungguli paslon lainnya.

“Pertanyaanya mengapa hanya APK paslon Idaman saja yang dirusak dan paslon lain tidak? Ini pasti ada tujuannya. Yang pasti ada upaya pihak tertentu yang ingin membendung agar paslon Idaman tidak dikenali bahkan dibenci oleh masyarakat Pagaralam.  Ini jelas operasi politik,’’ tegas Ardiansyah Chaniago dalam diskusi politik  “Siapa Raja Besemah 2018?” yang digelar Forum Pemuda Besemah Bersatu (FORPABESTU) di Palembang, Minggu (20/5).

Menurutnya, banyaknya perusakan terhadap APK Idaman tersebut, merupakan bentuk kepanikan pihak tertentu terhadap popularitas dan elektabilitas pasangan Idaman yang berdasarkan hasil survey masih tetap paling unggul meninggalkan 5 paslon lainnya. Sehingga dicarikan jalan pintas dan cara-cara kotor untuk membendung laju Idaman.

“Saya sangat yakin bahwa strategi dan operasi-operasi politik yang dilakukan oleh semua kandidat berdasarkan hasil survey.Karena semua kandidat pasti memegang hasil survey mereka masing-masing,’’ tegas Ardiansyah.

Dia mengatakan, selama masa kampanye sekitar 4 bulan ini, semua paslon sudah menyampaikan program-program unggulan masing-masing untuk meyakinkan masyarakat Kota Pagaralam. Hasil kampanye tersebut terekam  berdasarkan hasil survey terbaru  Maret 2018, dimana popularitas dan elektabilitas Idaman  memang masih cukup jauh mengungguli paslon lainnya. Sehingga dengan waktu tersisa tinggal 40 hari lagi ini sangat sulit paslon lain untuk mengejar elektabilitas Idaman yang dikabarkan sudah tembus angka sekitar 40 persen.

“Berdasarkan pengalaman ratusan kali Pilkada langsung yang saya amati, tidak akan ada lagi perubahan persepsi publik terhadap paslon dalam waktu sekitar satu bulan. Artinya masyarakat sudah menentukan pilihan politiknya. Hanya tsunami politiklah yang bisa mengubah, misalnya salah satu kandidat tertangkap tangan KPK atau melakukan tindakan amoral . Sepanjang berjalan normal, maka dipastikan tidak akan ada perubahan persepsi publik,’’ papar doktor politik ini.

Sekretaris Forpabestu, Andika S, meminta semua pihak , terutama paslon dan tim pemenangannya untuk dapat sama-sama menahan diri dan tetap berkomitmen  untuk menciptakan Pilkada Kota Pagaralam yang damai dan tidak melakukan praktik kecurangan yang melanggar aturan. “Kami juga siap untuk mengawasi kecurangan kecurangan, terutama praktik politik uang yang biasanya dilakukan menjelang hari pencoblosan. Kami akan turun langsung ke lapangan,” tegas Andika.

Related posts

Leave a Comment