Pemkot Pagaralam Pastikan Vaksinasi MR Ditunda

PAGARALAM ONLINE – Terkait polemik program nasional vaksinasi Campak dan Rubella,pemkot Pagaralam memastikan kegiatan tersebut ditunda menunggu petunjuk lanjutan.

Ditemui Pagaralam Online diruang kerjanya.Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Sobur Wicaksono MKM mengungkapkan beberapa waktu yang lalu Majelis Ulama Indonesia kota Pagaralam mengirimkan surat serta mengadakan audensi langsung dengan jajaran pemerintah daerah menyoal kehalalan produk vaksin MR asal India yang menjadi acuan program nasional ini.Dimana dalam pertemuan tersebut antara kedua belah pihak menyepakati penundaan pelaksanaan program vaksinasi MR di Pagaralam.

“Beberapa lalu,pihak MUI Pagaralam menyurati dan menemui langsung serta mengadakan rapat menyikapi produk vaksin asal India yang ditengarai merupakan turunan dari unsur hewan babi dan jaringan tubuh manusia yang berdasarkan fatwa MUI pusat yang telah diedarkan menyatakan bahwa produk vaksin tersebut adalah Haram,dan berdasarkan hasil rapat dan pertemuan itu disepakati penundaan program ini sembari menunggu petunjuk lanjutan dari pemerintah pusat,”ungkapnya (23/08)

Ditambahkan Sobur,selain hasil kesepakatan tersebut pihaknya juga telah menerima surat edaran dari Kementrian Kesehatan mengenai petunjuk sementara program nasional ini dimana dalam surat edaran bernomor HK 02.01/MENKES/444/2018 diintruksikan kepada seluruh pemerintah daerah untuk tetap menkampayekan program vaksinasi nasional Campak dan Rubella namun dalam pelaksaannya berdasarkan hasil kesepakatan dengan pihak MUI pusat menyatakan pelaksaan vaksinasi diundur mempertimbangkan kehalalan atau kebolehan dalam aspek Syar’i bagi masyarakat muslim diundur menunggu fatwa dari MUI pusat kemudian bagi masyarakat tersebut akan divaksinasi setelah adanya fatwa akan dilaksanakan paling lambat pada akhir September 2018 dan bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan secara Syar’i program ini akan tetap berjalan sesuai jadwal nasional.

“Kami juga sudah mendapat surat edaran dari Kemenkes terkait penundaan program ini utamanya bagi warga Muslim,namun bagi warga non muslim program ini tetap berjalan sesuai jadwal,”pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment