Pemkot Pagaralam Gelontor Rp 2,4 Miliar Untuk Program Stek Kopi.

 

PAGARALAM ONLINE – Keseriusan Pemerintah Kota Pagaralam untuk membantu masyarakatnya utamanya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani pekebun kopi nampaknya bukan isapan jempol belaka.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2019,Pemkot Pagaralam melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menyiapkan dana sebesar Rp 2,4 Miliar yang akan disalurkan ke 42 kelompok Tani (Poktan) di lima kecamatan sekota Pagaralam.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan melalui Kepala Bidang Perkebunan Rudianto kepada Pagaralam Online beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa ke 42 Poktan tersebut sedang tahap persetujuan Walikota Pagaralam dan hasilnya akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) sebagai penerima manfaat program ini.

Dijelaskan Rudi,bahwa program 1 juta stek kopi ini akan diserahkan langsung ke anggota Poktan penerima namun dengan pengawasan ketat bekerjasama dengan penegak hukum diantaranya Polres Pagaralam dan Kejaksaan Negeri.

“Pertengahan September nanti akan kami luncurkan program ini ke 42 Poktan tersebut dan selama kegiatan ini berjalan akan tetap di monitor dan targetnya akhir September kegiatan ini sudah rampung,”sampainya beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Rudi selain stek kopi,Poktan penerima program ini juga akan menerima peralatan pendukung kegiatan ini seperti gergaji potong,pisau okulasi,plastik penutup tunas juga tali rapiah.

“Dengan metode ini misinya adalah untuk meningkatkan produktifitas panen kopi petani sehingga peralatan pendukungnya pun kami berikan yang termasuk dalam dana sebesar Rp 2,4 Miliar tersebut,”pungkasnya

Sementara itu warga juga menyarankan agar Pemkot Pagaralam juga mendirikan semacam badan usaha khusus milik daerah yang dapat menampung dan membeli hasil panen petani yang apabila program ini telah berhasil di prediksi jumlah panen petani dalam meningkat hingga 60 persent sehingga dengan panen yang melimpah ini diharapkan tidak sampai membuat harga jual menjadi menurun namun tetap stabil bekerjasama dengan pihak eksportir sehingga perlu lagi bergantung  dengan para tengkulak yang selama ini menguasai pasaran kopi lokal.

“Kami minta pemkot Pagaralam juga mendirikan koperasi milik pemerintah daerah yang bisa membeli hasil panen kami dengan harga lebih tinggi dari para toke-toke lokal,”ujar Andriansyah (39) salah seorang petani kopi kepada Pagaralam Online (26/08)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.