Pemimpin Pagaralam Wajib Putra Daerah?

PAGARALAM ONLINE – Hampir disetiap pagelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) disuatu wilayah,orang selalu mendambakan figur pemimpin yang merupakan sosok putra daerah.

Keinginan masyarakat untuk dipimpin sosok putra daerah ini lantaran mereka berkeyakin bahwa putra daerah adalah sosok yang dianggap paling memahami serta mengerti akar persoalan juga dinilai sosok paling faham kebutuhan masyatakat.

Figur pemimpin putra daerah ini bahkan oleh sebagian sebagian pihak diklaim sebagai bagian dari solusi dari pelbagai persoalan yang ada ditatanan masyarakat suatu daerah sehingga menjadi harga mutlak untuk kriteria sosok seorang pemimpin.

Kota Pagaralam yang sebentar lagi akan melaksanakan pemilihan walikota dan wakil walikota atau Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang,memunculkan banyak figur yang mengaku siap memimpin kota ini untuk 5 tahun kedepan.Namun apakah diantara mereka ada yang memenuhi kriteria sebagai putra daerah?,lalu apa sebenarnya definisi putra daerah itu sendiri?

Jika hanya berfikiran sempit dan menilik klaim putra daerah itu hanya sebatas tempat kelahiran asal,tentu hal ini dikota Pagaralam tidak berkesuaian,lantaran geopolitik kota Pagaralam yang sudah sejak lama merupakan tatanan masyarakat yang Heterogen alias komunitas yang terdiri dari percampuran pelbagai suku dan ras yang hidup berdampingan serta harmonis.Jika menilai kriteria putra daerah adalah seseorang yang lahir dan tinggal di Pagaralam saja sejak “moyang”nya dahulu,tentu suku Minang yang sudah mendiami tanah Besemah sejak 2 hingga 3 generasi yang lalu,atau suku Palembang juga suku Jawa bahkan juga ras yang berasal dari luar nusantara sebut saja ras afrika dari Mesir atau jazira Arab yang lebih dikenal dengan istilah suku Tambi yang juga sudah menjadi penghuni tanah Besemah sejak lama tentu juga berhak disebut putra daerah.Tapi sangat disayangkan oleh sebagian pihak hal itu tidak bisa mereka diterima lantaran dianggap masih belum masuk kriteria sebagai putra daerah.

Lalu siapa yang pantas disebut putra daerah?

Penilaian sumir dan tanpa alasan yang logis sebagian pihak tersebut menyatakan bahwa definisi putra daerah itu adalah secara biologis maupun genologis seseorang tersebut haruslah orang Besemah asli dengan menafikan bahwa pendiri komunitas Besemah pada masa awal berdirinya adalah Atung Bungsu yang berdasarkan sumber-sumber informasi utamanya dari hikayat maupun cerita rakyat diklaim sebagai seorang pendatang dari tanah Jawa walaupun hal itu belum terbukti secara ilmiah.

Jadi siapa itu putra daerah dalam konteks ini?.Tentu hal ini kembali menjadi kabur dan tak logis kembali.

Kembali pada pemilihan sosok kepala daerah,tentu menjadi sangat penting sosok tersebut adalah figur yang memahami akar budaya setempat serta pemahaman akan kondisi geopolitik juga potensi-potensi apa saja yang bisa menjadi kekuatan untuk mengembangkan daerah tersebut sehingga menjadi kepemimpinan yang efektif berdasarkan kearifan lokal.Namun apakah pemahaman seperti itu hanya dimiliki oleh figur atau sosok yang disebut putra daerah?,tentu saja tidak.

Jika konsep pemikiran serta kriteria sosok pemimpin daerah itu mutlak harganya harus putra daerah setempat baik secara biologis maupun genologis tentulah sosok pemimpin kota Pagaralam atau tanah Besemah ini wajiblah murni keturunan Atung Bungsu,lalu pertanyaannya siapa saja mereka itu,apakah keenam figur calon walikota dan wakil walikota Pagaralam saat ini sudah memiliki kriteria sebagai keturunan dari Atung Bungsu secara biologis maupun genologis?

Padahal dalam kontek demokrasi,bahwa setiap warga mempunyai persamaan hak politik dalam kedudukannya untuk memilih dan dipilih.Sangat dangkal berfikir jika suatu daerah itu wajib dipimpin oleh sosok yang namanya putra daerah,sementara negara sudah menjamin persamaan hak tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment