Panwaslu Pagaralam Himbau Warga Jangan Mau “Dibeli Palaknya”

PAGARALAM ONLINE – Menanggapi isu money politic atau praktik jual beli suara guna memenangkan pilkada Pagaralam yang kian mencuat akhir-akhir ini.

Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Pagaralam mengatakan bahwa hal tersebut sudah sampai ketelinga pihaknya.

Mirian,divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga kepada Pagaralam Online mengatakan bahwa isu soal besaran rupiah guna membeli suara untuk memenangkan di pilkada nanti memang sungguh mengganggu pihaknya lantaran hingga detik ini pihaknya (Panwaslu_red) belum menemukan siapa atau pihaknya mana yang menghembuskan isu tersebut.

“Isu tige sekebat (tiga suara 1 juta_red) akhir-akhir ini menurut penelusuran kami memang kian santer ditengah masyarakat dan kami saat ini tengah mencari siapa oknum yang sengaja menyebar isu itu,”ungkapnya (27/02/2018)

Dikatakan Mirian,berdasarkan informasi yang pihaknya terimah bahwa level atau tingkat kerawanan pilkada Sumsel yang menempatkan kota Pagaralam di urutan ke 4 memang dirasa beralasan karena isu yang berkembang saat ini utamanya soal isu bakal ada praktic money pilitic yang tengah santer ditengah masyarakat saat ini dinilai akan menggangu proses demokrasi nanti.

“Yang kita dengar bahwa Mabes Polri juga sudah menangkap isu ini sehingga menempatkan Pagaralam pada level rawan pilkada bukan karena isu konflik horizontal antar pendukung calon kepala daerah namun utamanya karena adanya isu money politic ini,”bebernya

Mirian menghimbau agar warga Pagaralam untuk tidak terpancing dengan isu ini ataupun mudah menyebarkan isu atau informasi yang belum pasti kebenarannya,supaya situasi masyarakat jelang pilkada ini tetap terjaga dan kondusif.

“Kami himbau agar masyarakat jangan sampai mau dibeli hak suaranya untuk siapapun,karena proses demokrasi yang kita bangun adalah demokrasi yang bersih dan bermartabat sehingga pemimpin yang dihasilkan nanti adalah pemimpin yang bersih dan bermartabat pula,”pungkasnya

Terpisah Sadam Husen salah seorang pendukung pasangan Ida Fitriati-Ir Armansyah menegaskan bahwa pihaknya selaku relawan pasangan IdaMan akan ikut mengawasi proses pilkada bersama pihak terkait semisal Panwaslu dan KPUD sehingga diharapkan proses pilkada Pagaralam akan bebas dan bersih dari segala macam pelanggaran utama praktik jual beli suara.

“Kami ingin pilkada Pagaralam ini bersih,dan siapapun yang menang nanti adalah kemenangan warga Pagaralam bukan kemenangan sekelompok orang saja,”tandasnya (27/02)

Related posts

Leave a Comment