Panwaslu Kota Pagaralam Menegaskan Hingga Kini Belum Ada Laporan Money Politic Yang Terbukti

PAGARALAM ONLINE – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Pagaralam, Ikhwan Nopri menegaskan hingga hari ini belum ada laporan money politic yang terbukti.Keterangan ini disampaikan Ikhwan Nopri saat disambangi Pagaralam Online diruang kerjanya (12/06/2018)

Ihkwan Nopri tidak menampik sejak dimulainya tahapan Pilkada Serentak 2018,pihaknya acapkali menerima informasi soal indikasi pelanggaran baik dari paslon maupun penyelenggara pemilu.

Sebagai contoh lanjut Ikhwan,pihaknya menerima informasi soal pemasangan alat peraga kampanye tidak sesuai aturan KPU maupun Panwas maupun aturan lainnya dan hal ini langsung ditindak lanjuti oleh pihaknya.

“Memang sejak tahapan pilkada dimulai kita banyak mendapat informasi soal indikasi pelanggaran,misal soal pemasangan atribut kampanye yang dipasang disembarang tempat dan itupun langsung kita tertibkan,”ujarnya (12/06)

Menyikapi dan menanggapi informasi dari masyarakat tentang adanya praktek money politic yang diduga dilakukan oleh paslon peserta pilkada, Ikhwan Nopri menyatakan bahwa hingga kini informasi tersebut belum ada satupun yang terbukti,dan laporan resmi yang masuk kepada Panwaslu kota Pagaralam hingga saat ini baru ada dua laporan dan itupun masih dalam tahap penelitian pihaknya bersama instansi terkait.

“Terkait laporan pembagian sembako oleh tim salah satu paslon,selama itu untuk internal mereka dan diakui bahwa itu (sembako_red) memang diperuntukkan bagi anggota tim pemenangan dan bukan untuk masyarakat umum dengan maksud agar mengajak memilih paslon tersebut tentu hal itu sah-sah saja dan tidak termasuk pelanggaran pilkada,”tegasnya

Dikatakan Ikhwan Nopri,selama pelaksaan pilkada serentak ini pihaknya sudah melaksanakan tugas serta fungsi sesuai dengan aturan maupun koridor hukum yang berlaku,sehingga tudingan sebagian pihak yang mengatakan bahwa Panwaslu kota Pagaralam tidak tegas,tidak bernyali dan tidak netral itu adalah sama sekali tidak benar.

“Kemarin kita menerima aduan langsung dari paslon nomor 1 dan nomor 6 yang meminta kami bertindak tegas,dan telah kami sampaikan bahwa Panwaslu kota Pagaralam telah bekerja profesional sesuai koridor hukum yang berlaku,namun kami tidak tidak bisa memenuhi desakan salah satu pihak yang meminta kami untuk menangkap pihak-pihak yang di tuduh melakukan praktek money politic sebab itu bukan wewenang kami dan hingga hari ini kami informasikan bahwa belum ada satupun informasi soal money politic yang terbukti,”jelasnya (12/06)

Selain hal tersebut ketua Panwaslu Ikhwan Nopri juga menghimbau agar masyarakat kota Pagaralam bijak menggunakan media sosial sebagai sarana mempromosikan maupun mengkritik salah satu paslon,sebab ditengarai saat ini banyak warga yang menggunakan media sosial bukan hanya sebagai sarana promosi paslon namun ada juga yang menggunakannya sebagai sarana black campaign (kampanye hitam_red) yang ditujukan kepada paslon tertentu menggunakan isu SARA (Suku,Ras,Agama) dimana hal itu sudah jelas-jelas dilarang.

“Kami menghimbau demi pilkada damai agar warga menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat saja dan jangan sampai menggunakan media sosial untuk menyerang pihak-pihak tertentu apalagi menggunakan isu SARA yang sudah jelas-jelas dilarang,dan bila menemukan adanya indikasi pelanggaran pemilu maka kami himbau agar masyarakat melaporkan hal tersebut secara resmi kepada kami,”pungkasnya (12/06)

 

Related posts

Leave a Comment