Pagaralam Jadi Magnet Wisata, Tahun 2017 Kunjungan Capai 224.042 Orang

PAGARALAM—Kota Pagaralam benar-benar sudah menjadi magnet wisata. Arus kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatkan. Sepanjang tahun 2017 saja, tercatat sebanyak 224.042 wisatawan.  Jumlah wisatawan lokal masih mendominasi  dibanding wisatawan mancanegara yang masih sedikit  berkunjung ke daerah ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian, membenarkan jika sepanjang tahun 2017 kunjungan wisatawan lokal  dan manca negara yang datang ke Kota Pagaralam mengalami peningkatan. Data jumlah kunjungan wisata tersebut antara lain  didapat dari  jumlah tamu yang menginap di seluruh penginapan, seperti hotel, villa dan homestay yang tercatat mencapai 15.101 orang. Selain itu, data Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) mencatat  sebanyak 341 pengunjung, dari pos retribusi sebanyak 74.191 pengunjung dan dari kunjungam bebas retribusi atau yang dikelolah perorangan sebanyak 131.332 pengunjung,serta ditambah wisata manca negara sebanyak 155 orang.

“Itulah rincian jumlah kunjungan yang tercatat sepanjang tahun 2017, belum termasuk wisatawan pada saat pergantian tahun kemarin yang diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan ribu orang ,” jelas Syamsul Burlian kepada Pagaralam Online , Sabtu (6/1).

Menurut Syamsul, makin derasnya arus kunjungan wisata ke Pagaralam adalah dampak dari pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan langsung dengan pembangunan pariwisata yang gencar dilakukan di Kota Pagaralam dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Gencarnya promosi yang dilakukan Pemkot serta pengaruh media sosial juga mendukung.

“Alhamdulillah, pembangunan dan pembenahan berbagai obyek wisata yang dilakukan saat ini telah mempunyai dampak yang sangat positif. Ditambag lagi dengan infrastruktur   pendukung, seperti Bandara Atung Bungsu dan jalan-jalan menuju ke berbagai obyek wisata serta penginapan-penginapan yang sudah makin membaik. Ini semua menambah daya tarik wisata ke Pagaralam,’’ paparnya.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan ini, kata Syamsul, Pemkot Pagaralam akan terus melakukan pembenahan dengan menambah wahana bermain di sejumlah objek wisata agar terus terjadi peningkatan disetiap tahunya.

“Hal itu harus dilakukan agar pengunjung puas dan betah karena objek wisata yang terpadu dan mudah dijangkau,” katanya.

Dijelaskannya dengan wisata alam yang masih alami merupakan tujuan Kota Pagaralam menjadi tujuan utama pengunjung untuk berlibur sehingga pengunjung tidak cukup satu hari untuk berlibur ke Kota Pagaralam.

“Apalagi objek wisata kita cukup banyak, mulai dari wisata alam, budaya dan lainya,” jelasnya.

Ketua PHRI Sumsel, Herlan Afiuddin mengaku tidak heran jika arus kunjungan wisatawan ke Kota Pagaralam mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Mengingat Pagaralam memang mempunyai potensi wisata yang luar biasa dengan karakteristik yang khusus dan unik.

“Saya sangat yakin, pariwisata Kota Pagaralam akan makin maju. Apalagi Walikota Pagaralam sangat serius membangun pariwisata di daerahnya,’’ jelas Herlan yang mengaku sering mengadakan kegiatan  pariwisata di Pagaralam ini.

Seperti diberitakan Kompas, sektor pariwisata menjadi salah satu andalan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk meraup devisa. Kini sektor tersebut sudah ada di posisi kedua sebagai sektor penghasil devisa terbesar nasional.

“ Pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa tertinggi di 2019,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Kantor Kepala Staf Kepresidenan. Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Pada 2016, devisa pariwisata sudah mencapai 13,5 juta dollar AS per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah ( CPO) yang sebesar 15,9 juta dollar AS per tahun. Padahal pada 2015 lalu, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Saat itu pariwisata ada di bawah sektor migas sebesar 18,5 juta dollar AS, CPO 16,4 juta dollar AS, dan batubara 14,7 juta dollar AS. Namun akibat jatuhnya harga migas dan batu bara, konstelasi sektor penyumbang devisa berubah. CPO menjadi raja dan pariwisata menyodok ke atas sektor migas dan batubara.

“Jadi kalau kita mendapatkan 10 juta wisman berarti kita akan peroleh 12 miliar dollar AS devisa. Sekarang kita hampir 14 miliar dollar AS,” kata Menpar.

Meskipun target menjadi sektor penyumbang devisa terbesar pada 2019, Menpar mengatakan bahwa tanda-tanda itu sudah mulai terlihat pada tahun ini. Bahkan ia menuturkan, devisa pariwisata akan melonjak 25 persen pada tahun ini. Hal itu sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesi

Related posts

Leave a Comment