Pagaralam Culinary Night Sulap Talang Jawa bagai Malioboro

PAGARALAM ONLINE– Kawasan Talang Jawa, Kelurahan Sidorejo, Kota Pagaralam tiba-tiba menjadi terang-benderang, dipenuhi ribuan lampu serta deretan payung bergantung – mengingatkan kita pada kawasan wisata di Bandung, Kota Malang ,Bali dan kawasan Malioboro Yogyakarta yang amat terkenal itu.

Penyelenggaraan “Pagaralam Culinary Night” pada Sabtu malam, 27 Januari 2018 belangsung diluar ekspektasi. Ribuan pengunjung menyerbu dan harus berdesak-desakan memadati radius dua kilometer jalan aspal bercampur-baur dengan para penjual penganan, seniman pelukis serta pemusik yang unjuk kebolehan di banyak spot yang disediakan panitia. Para pelukis sibuk bekerja dan menerima orderan dari warga yang mengantri ingin wajah mereka dilukis. Para penjual jajanan banyak yang harus menutup lapak mereka lebih dini karena dagangan mereka sudah ludes terjual. Sementara wajah-wajah warga pengunjung tampak menebarkan aura kegembiraan. “Belum pernah aku lihat keramaian seperti ini di Pagaralam sebelumnya,” kata Laura, ibu rumah-tangga yang datang bersama suami dan tiga anak mereka.

Angin kencang yang sedang melanda Kota Pagaralam, menggoyang dan mematahkan ranting pepohonan bahkan merontokkan jajaran payung hiasan tampaknya tidak mengurangi antusias pengunjung untuk larut dalam kemeriahan acara.

Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni yang malam itu mengenakan busana batik sederhana dibalut jaket warna coklat, tampak harus ikut berdesak-desakan menyaksikan warganya yang sedang bergembira. Hj Ida Fitriati mengaku kagum menyaksikan anak-anak muda di Pagaralam yang sudah sampai pada pemikiran dan mampu meralisasikan gagasan seperti ini. Kekaguman Hj Ida Fitriati juga tertuju pada peserta “Pagaralam Culinary Night” yang datang dengan pelbagai jenis penganan sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan. Namun, apresiasi khusus Hj Ida Fitriati tertuju pada segenap masyarakat yang tinggal di sepanjang Jalan Sidorejo yang telah dengan ikhlas membantu melancarkan acara.

“Dari acara seperti Pagaralam Culinary Night ini ada banyak manfaat yang bisa diambil. Acara seperti ini jelas sangat menguntungkan pelaku ekonomi kecil, menggairahkan kehidupan berkesenian para seniman, dan pada gilirannya akan berdampak positif pada usaha Pemerintah Kota untuk mengembangkan pariwisata, sektor andalan Kota Pagaralam ke depan,” katanya.

Ilham Bijak Pulon, ketua panitia acara, mengakui bahwa acara ini digelar semata-mata untuk menggairahkan sektor pariwisata di Kota Pagaralam, sesuai dengan “tupoksi”-nya sebagai Operation Manager Gunung Gare Resort Villa & Resort. Karena menurutnya, masalahnya bukanlah bagaimana mencari tamu… melainkan bagaimana kita membuat kegiatan demi kegiatan – yang menarik perhatian wisatawan – sehingga mau berdatangan ke Kota Pagaralam – maka dengan begitu para tamu akan datang dengan sendirinya memenuhi kamar-kamar hotel kita.

“Dengan filosofis seperti inilah “Pagaralam Culinary Night” diselenggarakan. Dan mungkin ini bukan yang pertama dan terakhir. Ke depan kita akan memikirkan lagi bagaimana membuat acara yang dapat menarik minat wisatawan dan sekaligus bermanfaat untuk memberdayakan sektor perekonomian, kesenian dan kebudayaan masyarakat,” ujar pria penggagas Grup Dangau Besemah di media sesial Facebook ini.

Camat Pagaralam Selatan, Helmy yang ditemui di lokasi mengatakan, ke depan  Pemkot Pagaralam akan mencarikan lokasi yang lebih memadai lagi untuk menggelar acara acara seprti itu. Mengingat antusias masyarakat Pagaralam begitu tinggi. Apalagi acara seperti ini membuka peluang masyarakat untuk menjual dagangan dan karya-karya seninya. “Insyaa Allah ke depan penyelanggaraan Pagaralam Culinary Night ini akan lebih baik lagi,’’ ujar mantan Kabag Humas Pemkot Pagaralam ini.

Sementara menurut Minang Apriliansyah Wijaya, seorang aktivis pemuda di Pagaralam, acara seperti “Pagaralam Culinary Night” yang digelar di Jalan Sidorejo ini tidak hanya bermanfaat dan menguntungkan para penjual makanan yang sebelumnya sudah ada di kawasan tersebut, tetapi juga membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk menciptakan jenis-jenis makanan yang baru dan unik, untuk dijajakan di sana.

“Pendeknya, acara seperti “Pagaralam Culinary Night” ini sangat menguntungkan semua pihak. Aku berharap acara seperti ini sering-sering diadakan di Pagaralam,” kata Minang.

Acara “Pagaralam Culinary Night” ini, selain dihadiri ribuan warga Kota Pagaralam, juga dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta Tour de Musi South Sumatera Series, yaitu anak-anak muda penghobi goes sepeda yang datang dari 16 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Selatan. Untuk menyambut pelaksanaan Asean Games 2018 di Palembang dan Jakarta, dengan sponsor Koran Harian Sumatera Ekpress, para menghobi sepeda ini akan melakukan tur keliling Sumatera Selatan, dan Pagaralam mendapat kehormatan dijadikan lokasi start.

Para peserta Tour de Musi South Sumatera Series dilepas langsung dari rumah dinas Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni, siang (27/01/2018)

 

Related posts

Leave a Comment