Ngeriii….Begini tanggapan masyarakat Tentang Pagaralam Culinary Night

PAGARALAM ONLINE. Penyelenggaraan Pagaralam Culinary Night 2018 di kawasan Talang Jawa, Kelurahan Sukorejo, Kota Pagaralam, sudah beberapa hari berlalu. Namun kesan yang ditimbulkannya terlihat begitu mendalam, baik bagi pengusaha kecil, warga sekitar, maupun tentu saja masyarakat Pagaralam secara umum.

Komunitas Besemah Haritage, yang merasa bertanggung-jawab terhadap berlangsungnya acara tersebut, sudah melakukan evaluasi dan merancang rencana – dengan cara apa dan bagaimana kesuksesan tersebut akan ditindak-lanjuti.

Seperti diketahui, Pagaralam Culinary Night merupakan proyek uji coba dari sebuah rencana besar yang akan dilakukan komunitas Besemah Haritage untuk menghibur masyarakat Kota Pagaralam, sebuah bentuk hiburan yang sehat, melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat, namun diharapkan memiliki efek samping yang dapat menarik wisatawan luar daerah untuk berdatangan ke Kota Pagaralam.

Lalu, bagaimana tanggapan dan harapan para peserta dan masyarakat Kota Pagaralam terhadap penyelenggaraan Pagaralam Culinari Night 2018 itu? Portal berita Pagaralam Online mengadakan survei kecil-kecilan. Dan inilah hasilnya:

Herman (47), Ketua RW 03, Kelurahan Sidorejo.

Penyelenggaraan Pagaralam Culinary Night ini sungguh terasa manfaatnya, terutama bagi warga Kelurahan Sidorejo. Jangan tanya bagaimana keuntungan dan kegembiraan masyarakat pada malam penyelenggaraannya. Bahkan hingga sekarang, sejak ruas jalan di Talang Jawa dipasangi untaian ratusan lampu, kawasan ini menjadi terang-benderang. Omzet (pemasukan) para pedagang meningkat cukup drastis. Rata-rata warga kami menghendaki acara seperti ini digelar secara rutin, entah seminggu sekali, entah sebulan sekali.”

 

Mike (42), Pedagang buah dan Sembako.

Acara seperti Pagaralam Culinary Night ini sangat menghibur. Para pedagang meraup untung banyak. Masyarakat tampak gembira. Dan bila acara seperti ini akan dibuat lagi, hendaknya diinformasikan sejah jauh hari, sebab masih banyak pedagang dari luar Kelurahan Sidorejo yang belum tahu, dan ingin juga dilibatkan dalam acara ini.”

Suyanto (30), penjual Pempek.

“Pada hari-hari biasa, omzet penjualan dagangan pempek saya kurang-lebih Rp 400 ribu. Pada malam penyelenggaraan Pagaralam Culinary Night omzet meningkat menjadi Rp 800 ribu. Itu pun masih kurang, soalnya saya belum siap. Seandainya tahu pembeli sebanyak itu, mungkin kita akan bikin pempek lebih banyak lagi. Dan sejak kawasan ini diterangi lampu omzet kita terus bertambah. Alhamdulillah.”

Shanty (39) penjual Batagor dan Mie ayam.

“Sungguh senang Pemerintah Kota Pagaralam menyelenggarakan acara Pagaralam Culinary Night, di jalan Talang Jawa, persis di hadapan kedaiku. Penjualan daganganku laku keras, lebih dari dua kali lipat. Selain penjualan bagus, seluruh keluarga terhibur, karena keluargaku jarang keluar disebabkan sibuk berdagang. Hanya ke depan, penukaran kupon sebaiknya jangan di Gunung Gare. Bagi kami terlalu jauh.”

Dewi Lestari (38) penjual Sate kepala ceker ayam dan Gorengan.

“Acara seperti Pagaralam Culinary Night hendaknya dibuat secara rutin. Kalau bisa seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Kalau itu terjadi, saya akan akan membuat menu-menu lain yang diminati pengunjung untuk didagangkan.

Hendro (40), penjual Nasi goreng

“Pada malam penyelenggaraan, dagangan saya habis pukul 21.00, padahal biasanya baru tutup pukul 24.00 tengah malam. Itu pun masih kurang. Saya tidak menduga pengunjung yang datang ke kedai akan sebanyak itu. Saya sempat berjalan-jalan menonton. Saya nilai jenis makanan yang dijual dalam Pagaralam Culinary Night belum tertalu banyak dibandingkan dengan ragam kuliner yang ada di Pagaralam. Kehadiran para seniman lukis dan musik sangat membantu meramaikan suasana.”

Mimin (33), penjual Bakso dan Pecel lele.

“Saya senang jalan di kawasan Talang Jawat dijadikan tempat penyelenggaraan Pagaralam Culinary Night. Dagangan saya terjual lebih dari dua kali lipat. Selain itu saya dan keluarga terhibur menyaksikan atraks yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya di Pagaralam. Yang membuat hati saya lebih senang, Buk Ida sempat mampir ke kedai saya, dan menikmati bakso yang kami hidangkan.”

Jimmy (26) pengusaha Barbershop

“Luar biasa, begitu lampu-lampu yang dipasang di atas jalan di kawasan Talang Jawa dinyalakan, suasana langsung berubah drastis. Penyelenggaraan acara “Pagaralam Culinary Night” ini saya kira merupakan hal yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat. Ini kegiatan positif, perpaduan antara upaya memberdayakan perekonomian masyarakat, memotivasi para pelaku seni – seni musik, lukis, ukir, dan film untuk berkreasi dan mendapat pemasukan finansial – dan yang utama menggairahkan dunia pariwisata Kota Pagaralam. Saya sendiri, dengan kemampuan terbatas sudah coba melakukan hal itu. Sekarang upaya itu sudah semakin nyata. Apa yang dilakukan penyelenggara, yaitu Besemah Haritage, dengan melibatkan orang-orang yang tepat di bidangnya, merupakan sebuah kemajuan. Bagi saya, kegiatan seperti “Pagaralam Culinary Night ini”, terlalu besar – bila dihubungkan dengan kepentingan-kepentingan tertentu, seperti pencintraan, misalnya. Siapa pun yang akan menjadi walikota Pagaralam ke depan, membutuhkan kegiatan seperti ini. Itu pasti!

 

Related posts

Leave a Comment