Nasib Sang Penjaga Identitas Besemah

PAGARALAM ONLINE – Besemah yang merupakan entitas sekaligus identitas suku bangsa disekitar kaki gunung Dempo sejak lama telah menjadi pusat studi kebudayaan lantaran banyaknya temuan arkeologi batu-batu besar berupa arca,dolmen,kubur batu yang mencerminkan tingginya nilai seni maupun intelegensia manusia penghuni kaki gunung Dempo pada zaman batu tersebut.

Disisi bahasa maupun seni budaya,Besemah mempunyai berbagai tataran seni mulai seni tutur seperti Rejung,Rumbai,Tadut,Andai-Andai yang berisi pesan sejarah,pengobatan,maupun cerita penghibur anak-anak.

Seni Tari pun demikian.Tarian suku Besemah banyak mengandung nilai magis seperti tari Kebargh,tari Siwar dan sebagainya.

Bahasa Besemah yang merupakan bahasa ibu tidak hanya dipergunakan bukan hanya oleh orang-orang Besemah atau Pagaralam saja,namun menyebar hingga kedaerah lain namun dengan dialeg yang berbeda-beda.

Untuk menjaga identitas serta entitas Besemah bukan hanya sedekar peninggalan sejarah ataupun seni budaya saja.Sejak resmi menjadi kota otonomi,pemerintah kota Pagaralam membentuk Lembaga Adat Besemah sebagai presentasi pemerintah daerah dalam hal pelestarian nilai budaya dalam berbagai bentuk.

Sejak dibentuk dan didirikan Lembaga Adat Beemah telah banyak berkontribusi dalam pelestarian nilia budaya lokal seperti penerbitan buku,mengadakan serta menjadi sumber informasi bagi para pencari maupun peneliti perkembangan sejarah Besemah.

Namun nasib para penjaga identitas Besemah ini ternyata tidak seindah ataupun seheroik cerita puyang-puyang yang mereka jaga.Dimana kondisi kantor serta fasilitas tempat mereka mengkaji,menjaga serta melestarikan sumber-sumber budaya dan sejarah lokal sepertinya luput dari perhatian pemerintah daerah sebagai pemberi mandat.

Setelah berkali-kali pindah lokasi,kini Lembaga Adat Besemah berkantor di eks Kantor KPUD kota Pagaralam yang dulunya merupakan rumah dinas Camat pada era tahun 60 an.

Pantuan Pagaralam Online,kantor Lembaga Adat Besemah cukup memprihatinkan dimana kondisi bangunannya jauh dari kata layak diperparah fasilitas pendukungnya pun terlihat sangat kurang untuk sekedar berkantor apalagi untuk menerima tamu yang ingin menggali informasi tentang Besemah.

Informasi yang diperoleh,Lembaga Adat Besemah jarang sekali bahkan hampir tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah daerah baik berupa perlengkapan maupun perbaikan kantor yang dapat menunjang kinerja pengurus lembaga adat.

Sudah seharusnya dan selayaknya,pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan khusus kepada para penjaga identitas dan entitas tanah Besemah ini,dimana dirasa nilai-nilai budaya Besemah saat ini sudah mulai tergerus dengan derasnya modernisasi serta percampuran budaya yang ada sehingga sangat perlu untuk memperkuat Lembaga Adat Besemah sebagai benteng terakhir terhadap pergeseran nilai-nilai budaya lokal dalam rangka mempertahankan Besemah sebagai entitas dan identitas suku bangsa baik dari sudut sejarah maupun budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment