MENYEDIHKAN… Ini curhat warga Ayek Salak kepada Walikota Pagaralam

PAGARALAM ONLINE — Selama 35 tahun, sekitar 60 kepala keluarga (KK), warga Talang Ayek Salak, Kelurahan Jangkar Mas, Kecamatan Dempo Utara hidup terisolir lantaran tidak tersedianya jalan yang layak. Untuk mengangkut hasil pertanian mereka, warga hanya mengandalkan jalan setapak dan pelang sawah. Jika datang musim hujan, kondisinya makin memburuk karena jalan tidak bisa dilalui.
Namun penderitaan warga Ayek Salak ini bakal segera berakhir. ‎Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni segera merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 1.050 meter dengan lebar 6 meter ke daerah itu. Pembangunanya akan dimulai April 2018 mendatang. Sebelumnya pada tahun 2012, Pemkot Pagaralam membangun jalan setapak untuk keperluan masyarakat mengangkut hasil bumi.
“Saya sangat teringat dan terus memperhatikan saudara kita yang bermukim di Talang Ayek Salak ini. Untuk itulah, akses jalan bagi mereka akan segera dibangun,” ujar Ida, di sela-sela kunjunganya di Talang Ayek Salak, Rabu (31/1/2018).
Terhitung sejak Juni 2018, Pemerintah Kota Pagaralam akan memulai membangun jalan beraspal. Peresmian pembangunan jalan tersebut langsung dilakukan Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni, Rabu (31/01/2018).
Acara peresmian dihadiri Assisten I Rahmad Mudroh, Assisten II Syafrani, Kabid PU Bina Marga H Achmad Adriansyah ST, Camat Dempo Utara Bahrul Hidayat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.
Ida mengungkapkan, pertama datang ke Talang Ayek Salak pada tahun 2012, melewati Dusun Jambat Akar menggunakan motor. Pada saat itulah terpikir bagaimana ketika ibu-ibu di talang ini hamil melintas dijalan kecil dan rusak. Setelah kunjungan itu dibangun jalan setapak cor beton, namun sudah hancur.
Menurutnya, untuk datang ke Talang Ayek Salak cukup sulit. Dari jalan aspal Pagaralam-Tanjung Sakti, harus menyeberangi Sungai Selangis dan Sungai Ayek Salak. Kemudian, ada 10 sungai-sungai kecil lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana perjuangan untuk bisa membangun jalan sehingga warga Talang Ayek Salak tidak seperti terisolir.
“Sebelum ada jalan ini, warga melewati jalan lama didusun Jambat Akar. Namun, tidak ada warga yang ingin menghibahkan lahan sehingga upaya mewujudkan jalan lebar tidak dapat diwujudkan. Akan tetapi, diakhir tahun 2016 ada 20 warga yang rela lahannya terkena imbas pembangunan sehingga mobil bisa masuk. Artinya, bahan-bahan kebutuhan pokok tidak akan mahal lagi, seperti telur, gula, beras dan lainnya,” tegasnya.
Dijelaskan Ida, saat ini untuk jalan sudah dibuka dengan lebar 6 meter. Kedepan, akan dilakukan pengerasan terlebih dahulu. Dengan begitu, masyarakat akan bisa melalui jalan dengan mobil, paling lamban April 2018 akan didozer, ditabur batu dan krokos untuk pengerasan.
“Setelah jalan ini terwujud, kedepan akan dibangun jalan lingkar dusun. Kemudian, surat-surat hibah warga harus dipegang sehingga kedepan tidak akan ada sengketa,” jelasnya.
“Oleh karena itu, saya merasa perlu secara khusus mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bersedia menghibahkan tanah mereka demi kelancaran proyek ini. Begitulah seharusnya pembangunan di Kota Pagaralam ini dilakukan. Semoga pembangunan jalan ini bermanfaat bagi masyarakat, dan para penghibah mendapatkan pahala serta ganjaran yang setimpal dari Allah SWT,” kata Hj Ida Fitriati.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Kota Pagaralam Ardiansyah mengatakan, untuk tahap awal ini dikucurkan dana Rp3,5 miliar untuk pembangunan satu jembatan, 10 plat deker dan pengerasan jalan sepanjang 1.050 meter. Dimana, dijalur ini ada dua sungai besar yakni Sungai Selangis dan Sungai Air Salak.
“Jembatan ada dua baru ditangani, satu jembatan yakni Jembatan Sungai Selangis dengan bentang 12 meter, plat deker 10 dan pengerasan dengan dana Rp3,5 miliar,” kata dia.
Untuk progres lanjutan, kata Ardiansyah, dibutuhkan paling tidak Rp5 miliar untuk pengaspalan dan pembangunan jembatan Air Salak. ‎‎”Kita disini cepat melakukan pembangunan karena warga sudah menghibahkan lahannya. Sebab, kita kesulitan melakukan pembangunan jika status lahan belum bebas,” jelasnya.
Kehadiran Walikota Hj Ida Fitriati Basjuni di Dusun Talang Air Salak disambut antusias warga. Pasalnya, sudah sejak Pagaralam dimekarkan menjadi Kota Otonom, yaitu tahun 2001, masyarakat dusun Talang Air Salak yang berjumlah sekitar 60 KK ini praktis hidup terisolir dari dunia luar. Dalam kunjungannya itu Hj Ida Fitriati, yang harus berjalan kaki lantaran jalan yang ada tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, sempat mendengar berondongan cerita sedih warga, dari mulai sulitnya mengangkut hasil pertanian hingga cerita tentang seorang ibu yang terpaksa harus dipikul saat hendak melahirkan.
“Semoga dengan adanya pembangunan jalan ini, penderitaan warga kami selama berpuluh-puluh tahun akan segera berakhir,” kata Suwanto, Ketua RT dusun Talang Air Salak.
Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Pagaralam H Hariadi Razak ST, melalui Kabid Bina Marga, H Achmad Adriansyah ST, terhitung sejak Juni 2018 bentang jalan yang akan dibangun sepanjang 1,050 meter, yaitu dari mulut jalan raya Pagaralam – Tanjungsakti menuju pemukiman warga di dusun Talang Air Salak
“Karena keterbatasan dana, pembangunan jalan dimulai dari proses perataan dan pengerasan dengan menggunakan batu krokos. Kemudian dibangun jembatan di atas sungai Selangis sepanjang 12 -16 meter dan plat duiker dengan rentang satu, dua, dan tiga meter sebanyak 10 unit. Pada tahun anggaran 2019 baru akan dilakukan pengaspalan,” terang Achmad Ardiansyah.

 

Related posts

Leave a Comment