Mengidap Liukimia Dan Thalassmia,Paryanto Sering Kali Harus Berhutang Untuk Bawa Kedua Anaknya Berobat Ke Palembang

PAGARALAM ONLINE – Hati orang tua mana yang hancur dan sedih melihat buah hatinya mengeluh sakit.Seperti yang dirasakan Paryanto dan Leni Marlina warga Apdeling Pabrik Teh Gunung Dempo Pagaralam.

Betapa tidak,kedua anak yang masih berumur 12 dan 6 tahun di vonis mengidap penyakit Thalasemia dan Liukimia dan harus menjalani perawatan medis rutin sejak beberapa tahun belakangan.

Disambangi Pagaralam Online,Rmol Sumsel dan Sripoku.com di kediamannya.Paryanto didampingi istrinya menceritakan awal kesedihan mereka.Kepada Pagaralam Online dia menuturkan bagaimana awal dirinya mengetahui bahwa anaknya mengidap penyakit tersebut.

“Awal kelahiran anak-anak kami yang semuahnya tidak ada menunjukkan gejala mengidap penyakit itu,baru pada sekitar umur 3 tahun,anak-anak saya mulai menunjukkan gejala sakit dan pembengkakan di sebagian tubuhnya di tambah warna kulit yang pucat.Dan setelah di deteksi di salah rumah sakit di Palembang,oleh dokter yang memeriksa,memberitahu kalau anak saya mengidap penyakit itu,dan sejak itu kedua anak kami wajib rutin menjalani perobatan di Palembang,”ungkapnya lirih sembari mengusap air mata (17/8)

Dilanjutkan Paryanto yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas pabrik teh gunung Dempo.Untuk biaya perobatan anaknya beruntung dirinya memiliki kartu BPJS mandiri yang iurannya dipotong dari penghasilannya sebagai buruh pabrik.Namun yang sering kali menjadi kendala baginya adalah ketiadaan biaya tranfortasi dan konsumsi selama menemani kedua anaknya saat menjadi perawatan di rumah sakit.

“Pernah beberapa kali perawatan anak saya tertunda karena tidak ada ongkos untuk berangkat ke Palembang,kalaupun ada itu pun hasil berhutang kepada tetangga atau saudara,”ujar Paryanto yang menjelaskan untuk sekali priode perawatan bisa memakan waktu hingga tiga minggu hingga satu bulan di rumah sakit.

Ditempat yang sama,Hj Dessy Siska salah seorang anggota dewan kota yang ikut membesuk kondisi kesehatan kedua anak Paryanto dan Leni Marlena,kepada awak media mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan kedua anak tersebut.Dirinya berharap baik Paryanto maupun Leni bisa selalu tegar menghadapi segala permasalahan hidup.Pada kesempatan itu juga,dirinya juga ingin mengetuk pintu hati warga kota Pagaralam yang lain untuk berempati terhadap penderitaan keluarga ini,sehingga paling tidak menunjukkan kepeduliaan pada sesama.

“Saya turut merasakan sedih,terutama saya sebagai orang tua yang faham bagaimana sedihnya ketika anak-anak kita mengalami sakit.Apalagi seperti yang dialami oleh keluarga pak Paryanto,tentu hal ini jadi cobaan yang berat buat mereka berdua,terutama bagi anak-anak itu.Namun saya harap keluarga ini tetap tegar dan semangat menjalani hidup dan tetap berusaha sebaik mungkin untuk mengobati kedua anaknya.Dan saya harap banyak warga yang terketuk hatinya untuk setidaknya meringankan beban keluarga ini yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bentuk simpati kita kepada sesama,”ucapnya (17/8)

 

 

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.