EDITORIALHEADLINESEPUTAR BESEMAH

Menggiurkan bisnis kavling tanah di Pagaralam

PAGARALAM ONLINE—Seiring perkembangan kota dan meningkatnya jumlah penduduk, permintaan dan harga properti, terutama lahan pemukiman di Kota Pagaralam makin meningkat. Bahkan, dalam lima tahun terakhir konon harga tanah naik hingga 300 persen.

Kondisi ini tentu menarik minat pebisnis di Pagaralam untuk terjun ke bisnis kavling tanah yang sangat menguntungkan ini. Berbisnis kavling tanah merupakan salah satu pilihan bisnis di bidang properti, selain menjadi developer, broker, kontraktor dan investor. Dari segi pelaksanaan dan biaya yang dibutuhkan menjual properti dalam bentuk kavling lebih simple dibandingkan dengan menjual properti dalam bentuk produk jadi seperti rumah, apartemen, office building dan jenis properti lainnya.

Pantauan Pagaralam Online, daerah yang paling diincar oleh pebinis kavling tanah ini adalah daerah yang diprediksi akan cepat berkembang. Misalnya kawasan Simpang Padang Karet ke arah Kelurahan Alundua, kawasan Dusun Tinggi Hari menuju kawasan Air Perikan, kawasan Dusun Pematang Bango . kawasan Simpang Manna menuju Dusun Keban Agung dan berbagai kawasan lainnya.  Kawasan tersebut paling diincar mengingat sudah dibangun infrastruktur jalan aspal, sehingga diprediksi akan lebih cepat berkembang.  Adapun lahan yang dikavling sebagian besar bekas kebun kopi dan sawah.

Ujang, 40, warga Talang Kelapa, Kecamatan Pagaralam Selatan mengaku sudah dua tahun menekuni bisnis kavling tanah ini.  Bersama dua orang temannya, Ujang berbisnis kavling tanah dengan modal patungan sebesar Rp 200 juta untuk membeli beberapa bidang lahan di kawasan Simpang Padang Karet menuju Tempat Pembuangan sampah.  Setelah dibersihkan, lahan  seluas 1 hektare bekas kebun kopi yang sudah tidak terawar tersebut dibagi-bagi atau dikavlingkan dengan berbagai ukuran.Ukuran yang paling banyak adalah 10 x 15 m, 10 x 30 m, 10 x 50 m dan

“Alhamdulillah, belum sampai setahun  lahan tersebut sudah habis terjual. Keuntungan sekitar 500 juta lah,’’ ujar Ujang tersenyum

Mantan Kades Pematang Bando, Adenan yang ditemui Pagaralam Online Kamis (6/10) mengakui bahwa bisnis kavling tanah makin marak di daerahnya. Harga kavling tanah terus melonjak dari tahun ke tahun. Bahkan kenaikan per tahunnya bisa mencapai 3 kali lipat.

Baca Juga  Jalan Sudah Mulus,HD Tak Takut Lagi Tagih Pajak.

“Dua tahun lalu harga kavling tanah ukuran 10x 15 m sekitar Rp 25 juta  sampai Rp 30 juta per kavling, sekarang naik hingga Rp 50 juta sampai Rp 60 juta,’’ ujar Adenan.

Marli Cahyadi, notaris di Pagaralam mengakui bisnis kavling tanah di Pagaralam memang sangat menggiurkan. Hal tersebut terlihat dari makin banyaknya orang yang  mengurus sertifikat lahan dan permintaan akta jual beli tanah.

Menanggapi maraknya bisnis kavling tanah ini, Marli mengingatkan warga untuk berhati-hati  dan melihat legalitas lahan yang akan dipejualbelikan. “Pelajari terlebih dahulu status lahan atau tanah tersebut. Ada atau tidak sertifikat dan alas hak lainyya. Jangan sampai masyarakat tertipu dengan membeli tanah sengketa,’’ ujar Marli.

Pagaralam Online membagikan  tips dan tahapan  yang harus dilalui jika ingin menjadi pebisnis kavling tanah, berikut ini

Pengecekan legalitas

Keabsahan lahan tetap harus diposisikan sebagai hal yang paling penting untuk pelaku bisnis property. Walaupun kita hanya membeli lahan untuk dijual lagi dalam bentuk kavling tanah kosong status hak tanah harus jelas. Jika tanah sudah sertifikat, pengecekan legalitas tanah bisa dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Kantor Pertanahansetempat.

Tetapi jika tanah masih belum sertifikat, maka pengecekan legalitas tanah bisa dilakukan di Kantor Desa dan Kantor Kecamatan. Jikapun informasi tentang tanah yang dimaksud tidak lengkap di Kantor Desa dan Kantor Kecamatan Kita akan diarahkan untuk proses selanjutnya oleh pejabat di kantor tersebut.

Meng-akuisisi lahan

Mengakuisisi lahan merupakan proses awal yang harus dilalui. Biasanya berupa pembelian kepada penduduk dengan luasan berbeda-beda.

Sertifikasi dan perijinan

Tanah yang diakuisisi dalam bentuk luasan yang tidak teratur dan belum bersertifikat, harus diajukan dulu sertifikat ke instansi terkait. Pada awalnya sertifikat terbit berupa sertifikat induk untuk luasan seluruh kawasan kemudian diajukan pemecahan sesuai dengan siteplan yang diijinkan.

Baca Juga  Pemkot Pagaralam terima penghargaan Menteri Keuangan

Land clearing, cut and fill dan pengurugan

Ada beberapa pilihan dalam menjalani bisnis kavling ini, bisa menjual Kavling Siap Bangun atau menjual kavling dalam bentuk apa adanya. Pilihan ini akan mempengaruhi harga jual produk kavling. Penjualan kavling dalam kondisi apa adanya sesuai dengan kondisi asli tanah seperti masih berupa tanah sawah, terdapat cekungan dan gundukan di beberapa bagian tanah, masih berupa rawa, semak liar atau hutan, harusnya dijual dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan kavling yang dijual setelah dilakukan pematangan lahan dan land clearing.

Membangun Badan Jalan

Tahapan ini diperlukan jika kita memutuskan untuk membangun Kavling Siap Bangun. Pembangunan badan jalan dilakukan sesuai dengan siteplan. Badan jalan dikerjakan sekurangnya dengan membuat timbunan dari tanah galian untuk drainase disampingnya.

Membangun Saluran Drainase

Pentingnya membangun drainase berguna untuk membentuk kavling dan antisipasi genangan di saat hujan turun. Saluran drainase yang sudah terbentuk memberikan efek bagus terhadap minat calon konsumen.

Membuat Gerbang Proyek

Pembuatan gerbang proyek diperlukan untuk memberikan kesan pertama yang menggoda kepada calon konsumen. Gerbang proyek yang bagus dan indah mempengaruhi minat beli mereka karena terdapat pesan visual di dalamnya.

Membangun Kantor pemasaran

Begitu juga halnya dengan membangun Kantor Pemasaran. Kantor Pemasaran dibangun di sekitar lokasi proyek untuk menyediakan informasi kepada calon pembeli secepatnya. Konsumen bisa langsung berinteraksi dengan marketing proyek dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan secepatnya.

Langkah-langkah ini diperlukan jika kavling yang dijual berada dalam suatu kawasan yang luas. Untuk kavling sederhana di tengah kota tidak memerlukan langkah-langkah ribet ini.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close