Mendapat Sorotan Negatif Lantaran Tak Sesuai Norma Dan Etika,Masyarakat Serukan Penghentian Gelaran Musik Malam Hari!

PAGARALAM ONLINE – Gelaran musik Disc Jocky (DJ) hingga larut malam yang juga menampilkan wanita dengan kostum seronok berlenggak lenggok di atas panggung yang di selenggarakan di area publik beberapa waktu lalu menjadi sorotan dan mendapat banyak komentar negatif warga Pagaralam lantaran di nilai sudah sangat tak sesuai dengan norma serta etika.

Di duga kuat hal ini lah yang membuat Pemkot Pagaralam hari ini (Senin 18/03/2019) mengadakan rapat ‘Evaluasi Tentang Penyelenggaraan Perayaan Yang Menggunakan Musik Elektronik’ di ruang rapat Besemah I kantor Walikota Pagaralam dengan mengundang beberapa pihak di antaranya tokoh masyarakat,tokoh agama serta unsur terkait lainnya.

H.Jamil Rusdi salah seorang tokoh agama yang cukup di segani di kota Pagaralam dalam rapat tersebut menyampaikan dukungannya bahwa pagelaran musik elektronik pada malam hari harus lebih di perketat baik itu soal perizinan maupun pengawasannya.

“Bahwa hiburan musik terutama pada malam hari itu lebih banyak sisi negatifnya untuk itu kami menilai harus di perketat sistem perizinan, pengawasannya,apalagi jika berkaca pada fakta dilapangan jika hiburan malam banyak berdampak buruk bagi masyarakat, mulai dari peredaran miras,narkoba dan asusila maka itu kami mengusulkan hiburan malam di tiadakan saja,”sampainya (18/03)

Senada Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Pagaralam Masrul Amirullah yang mengatakan bahwa pagelaran musik pada malam hari dapat berdampak pada rusaknya moral serta ahklak generasi muda.

“kami sepakat kalau pegelaran musik di malam hari termasuk musik Organ Tunggal di stop saja, karena lebih banyak unsur mudharatnya ketimbang manfaatnya,”tegasnya.

Sementara itu Walikota Pagaralam Alpian Maskoni menyatakan bahwa perwako nomor 30 Tahun 2016 tentang aturan pemakaian musik elektronik di malam hari tersebut harus lebih di sempurnakan sehingga efektif mencegah aspek negatif dari pagelaran musik malam hari.

“Tentunya dengan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi ke depan,”ujarnya (18/03)

Walaupun juga di undang dalam rapat tersebut untuk di mintai pendapat,namun sejumlah pengusaha musik OT tidak nampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.