EKONOMIHEADLINENASIONALPESONA PAGARALAM

Mau Merasakan Dawet Yang Sehat? Beli Didusun Pagaralam

PAGARALAM ONLINE – Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan pahala bukan hanya dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim di dunia untuk meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT.Namun bulan ini juga menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga kota Pagaralam terutama pembuat Dawet yang mampu meraup untung lumayan besar selama bulan suci Ramadhan.

Seperti di tuturkan Rasmina (60) dan tiga orang saudaranya yang sudah puluhan tahun menjadi pembuat Dawet dadakan kala bulan suci Ramadhan tiba.

Kepada Pagaralam Online Rasmina bersama Su serta seorang lagi saudaranya menuturkan bahwa profesi menjadi pembuat Dawet dadakan ini sudah mereka jalani sudah sejak tahun 1980-an.Dimana profesi menjadi pembuat Dawet ini akan mereka lakukan sejak hari pertama Ramadhan hingga satu hari jelang hari raya.

“Kalau tak salah ingat sudah sejak tahun 80-an kami bertiga membuat dawet setiap bulan puasa,”ujar Rasmina dan Su (29/5)

Dijelaskan Rasmina dan Su.Proses awal pembuatan Dawet yang mereka produksi ini adalah dengan menggiling beras menjadi tepung menggunakan alat pengiling batu tradisional dan bukan dengan mesin.

Baca Juga  Pak Alex Bilang Juara Pemandangan Alam Se Sumsel Ya Pagaralam

Setelah beras menjadi tepung.Tahap kedua adalan menumbuk daun suji sejenis tanaman pandan hingga hancur untuk kemudian diperas bersama air untuk dijadikan bahan pewarna dawet.

Langkah ketiganya adalah mencampurkan tepung beras,air dan sari suji yang berwarna hijau di atas wajan besar dan dimasak dengan api kayu dan mengaduknya selama kurang lebih 2 jam hingga adonan menjadi kental.Dan setelah kental kemudian di dinginkan dan siap di cetak menjadi butiran butiran Dawet yang siap dikemas dan dipasarkan.

“Dawet yang kami produksi ini semuahnya menggunakan bahan alami dan tanpa bahan pengawet ataupun menggunakan mesin.Untuk membuat tepung berasnya saja kami masih menggunakan gilingan dari batu yang sudah puluhan tahun kami gunakan.Dan untuk pewarna dawet dari dulu hingga kini kami masih setia memakai daun suji yang kami tanam sendiri di pekarangan rumah.Jadi dijamin dawet yang kami produksi ini sehat dan bermutu,”jelas Su (59)

Diungkapkan Su.selama bulan Ramadhan dia bersama tiga orang saudaranya yang lain bisa menghabiskan masing masing 1 ton beras yang mereka tanam sendiri jauh hari sebelum bulan puasa tiba.Dimana dalam sehari mereka bisa menghabiskan sekitar 60 hingga 80 kilo beras perhari yang bila dijadikan dawet berkisar minimal 10 wajan besar dodol dawet.Yang mereka jual jika sudah menjadi dawet menghasilkan uang Rp 160.000 per wajan.

Baca Juga  Jadi Bandit Bobol ATM,Seorang PNS Dan Buruh Asal OKU Selatan Diringkus Polres Pagaralam

“Dalam sehari sejak awal masuk puasa.Kami membuat sekitar 10 wajan dodol dawet yang bahan berasnya sekitar 60 kilo atau 80 kilo tepung beras yang apabila di uangkan menghasilkan sekitar 160 ribu rupiah perwajan.

Ditambahkan Su.pelanggan tetap mereka setiap bulan Ramadhan biasanya adalah para pedagang makanan dadakan yang menjajakan makanan buka puasa atau Takjil di kawasan Pasar Dempo Permai hingga pasar-pasar kalangan (Pasar Mingguan) sekitar kota Pagaralam seperti kawasan Jarai hingga Tanjung Sakti.

“Pelanggan kami adalah para penjual Takjil yang biasa berjualan makanan buka puasa di pusat pusat pasar Pagaralam dan juga para pedagang keliling pasar kalangan Jarai,kalangan Tanjung Sakti hingga kalangan Kota Agung Lahat,”pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close