Belajar Kuntau di Besh Hotel Pagaralam

Guru Kuntau dari Desa Muaratawi Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, Sedang Memperagakan Adegan Bela Diri Kuntau
Guru Kuntau dari Desa Muaratawi Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, Sedang Memperagakan Adegan Bela Diri Kuntau
Guru Kuntau dari Desa Muaratawi Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, Sedang Memperagakan Adegan Bela Diri Kuntau

PAGARALAM ONLINE —  Disangka sudah hilang dan sempat punah, seni bela diri Kuntao khas tanah Besemah kini bisa dinikmati dan dipelajari kembali khususnya bagi masyarakat kota Pagaralam.

Seni bela diri  yang merupakan warisan budaya yang hanya ada di tanah Besemah dan tidak dimiliki daerah lain ini dikenal mempunyai ciri khas yaitu jurus kuncian dan bantingan yang sangat mematikan disamping jurus-jurus lainnya.

Adalah Sunaidi (70) dan Salan (70) warga Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, yang kini memperkenalkan kembali seni bela diri ini ke masyarakat kota Pagaralam terutama kepada para generasi muda agar kembali mengenal seni budaya asli Besemah sekaligus kembali mengembangkan seni bela diri ini agar tidak punah diterpah berbagai aliran seni bela diri luar yang kini banyak bermunculan di kota Pagaralam.

Atas inisiatip Eko Sujianto Phd, Manager Besh Hotel Pagaralam, dirinya memboyong kedua guru Kuntao ini dari Desa Tertap dan Muara Tawi Kecamatan Jarai untuk membuka Padepokan Pencak Silat Kuntau ini di areal villa ex MTQ Gunung Gare dan kini keduanya sudah aktif dan rutin melatih dan mempertontonkan kebolehannya di depan pengunjung hotel dan masyarakat umum setiap malam minggu.

Eko Sujianto Phd, Manager Besh Hotel Pagaralam, ketika disambangi di kantornya mengatakan, inisitif untuk menampilkan seni bela diri Kuntao ini didasarkan atas keprihatinan dirinya karena menurut pengamatannya generasi muda kota Pagaralam saat ini sudah banyak yang tidak mengenal lagi seni dan akar budaya asli Besemah, salah satunya seni bela diri.

Untuk itu dirinya berinisiatip untuk meniliti bahkan mencari orang-orang yang masih mengenal dan mempraktekkan seni budaya ini, alhasil dirinya bertemu dengan Sunaidi dan Sahlan, atas kesepakatan keduanya akhirnya dirinya memboyong kedua guru Kuntao yang terhitung sudah berusia senja namun terlihat tetap bugar dan sehat ini untuk membuat padepokan Kuntao ini ke areal villa yang dia kelola agar bisa dinikmati dan dipelajari kembali baik oleh pengunjung villa maupun masyarakat umum.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.