Mang Arman Sang Gitar Tunggal Kecewa Dengan DKP,Ada Apa?

PAGARALAM ONLINE – Pengukuhan sekaligus pelantikan pengurus Dewan Kesenian Pagaralam (DKP) oleh walikota Pagaralam beberapa waktu lalu rupanya menyisakan kekecewaan yang mendalam di hati Arman Idris sang seniman Gitar Tunggal Besemah.

Kekecewaan bercampur kesedihan nampak di wajah Arman Idris,hal ini lantaran dirinya merasa tidak di hargai sekaligus di langkahi serta tidak di libatkan sama sekali dalam inisiasi pembentukan maupun di kepengurusan Dewan Kesenian kota Pagaralam.

Pangkal kekecewaan Arman Idris yang kesehariannya banyak menghabiskan waktu dengan mengisi berbagai macam acara ini kepada awak media menceritakan bahwa dirinya merasa sangat di sepelekan oleh beberapa pihak padahal sepengakuannya dirinya lah yang pertama di utus mewakili pemerintah kota dalam hal ini dinas Pariwisata untuk mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) tingkat Provinsi pemilihan Ketua Dewan Kesenian Provinsi Sumatera Selatan bersama 17 Kabupaten/kota seSumsel.

“Sekitar jelang akhir 2018 lalu,saya di di minta oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam untuk mewakili kota Pagaralam dalam pembentukan sekaligus pemilihan ketua dewan kesenian provinsi Sumatera Selatan di hotel Amaris bersama 17 peserta dari kabupaten/kota seSumsel dimana saudara Muhammad Sahril terpilih sebagai ketuanya,dan setelah kegiatan itu saya pulang dan melaporkannya kembali ke pihak dinas Pariwisata sekaligus membawa amanah pembentukkan pengurus dewan kesenian daerah yang nantinya akan di lantik oleh pengurus provinsi,”ungkap Arman Idris.

Lanjut Arman,setelah melaporkan hasil kegiatan itu (pemilihan ketua provinsi_red) ke pihak dinas,dirinya mengaku tidak mendapat informasi lanjutan soal rencana maupun inisiatif pembentukan dewan kesenian daerah kota Pagaralam.

“Setelah melaporkan hasil musdah itu ke pihak dinas,saya tidak lagi mendapat informasi soal kelanjutan inisiatif pembentukan pengurus kesenian daerah untuk di tingkat II,”tambah Arman yang aktif mengajar kesenian gitar tunggal khas Besemah di 33 lembaga pendidikan mulai tingkat SMP/SMA dan perguruan tinggi direkomendasi dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam.

Lantas kekecewaan Arman Idris memuncak lantaran tanpa sepengetahuannya tiba-tiba sudah terbentuk dan di kukuhkannya pengurus Dewan Kesenian Daerah kota Pagaralam yang di lantik oleh walikota Pagaralam Alpian Maskoni Pagaralam 30 Maret 2019 lalu.

“Terus terang saya pribadi sangat kecewa lantaran saya sama sekali tidak di beri tahu soal inisiatif pembentukan maupun pelantikan DKP itu yang saya dengar tiba-tiba di lantik langsung oleh walikota,”pungkasnya sembari mengatakan seharusnya baik pihak dinas maupun calon pengurus secara etika berkoordinasi dengan dirinya sebab dirinya salah satu penggiat kesenian daerah juga yang mewakili pemerintah daerah saat Musda di provinsi dan tak lupa dia juga berharap agar para pengurus DKP kota Pagaralam yang telah di lantik agar benar-benar serius menjaga dan memajukan seni budaya sehingga keberadaan organisasi ini dapat memberi manfaat utamanya bagi para penggiat dan pekerja seni yang ada.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.