HEADLINEPEMERINTAHANTRAVEL

Kontrak habis, mahasiswa Pagaralam di Jogja angkat kaki

PAGARALAM ONLINE – Cerita sedih dialami mahasiswa Pagaralam yang sedang menimba ilmu di Jogjakarta. Bagaimana tidak, asrama mahasiswa tempat mereka bernaung dan berkumpul selama satu tahun ini, tidak bisa ditempati lagi karena habis kontraknya dan belum diperpanjang oleh Pemkot Pagaralam.

Didalam laman Facebook Mantan Ketua Ikatan Keluarga Pelajar/Mahasiswa Pagaralam – Jogjakarta (IKPM), Dedet Mandela, memperlihatkan barang serta perelengkapan asrama mahasiswa Pagaralam di Jogjakrta yang yang sedang dikemasi keluar dari asrama.

Dihubungi Pagaralam Online via Handphone, Dedet Mandela yang baru menamatkan pendidikannya di sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata AMPTA, Jogjakarta, menceritakan kondisi terkini dari rekan-rekannya pasca keluarnya mereka dari asrama serta kronologis permasalahan yang terjadi. Kepada Pagaralam Online Dedet yang kini masih menetap di Jogjakarta ini, menuturkan bahwa beberapa hari yang lalu dia datang mengunjungi asrama. Namun dia terkejut melihat para penghuni asrama tengah sibuk mengemasi barang-barang keluar dari asrama dan hendak mencari tempat kost baru, karena asrama yang selama ini dan tempati sudah habis masa kontraknya.

“Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke asrama kita, namun saya kaget melihat kawan-kawan sedang sibuk mengemasi barang-barang keluar asrama, ketika saya tanya rupanya asrama ini habis kontraknya dan belum diperpanjang oleh Pemkot Pagaralam,” katanya (7/12/2016).

Lebih jauh Dedet menceritakan. keberadaan asrama mahasiswa Pagaralam di Jogjakarta ini adalah berkat bantuan Pemerintah Kota Pagaralam. Dimana pada sekitar tahun 2015 yang lalu, Walikota Pagaralam yakni Ida Fitriati, beserta jajarannya berkunjung ke Jogjakarta untuk melihat kondisi mahasiswa Pagaralam disana. Dari kunjungan tersebut, walikota saat itu memberikan bantuan asrama sebagai tempat bernaung dan berkumpul untuk mahasiswa dan pelajar yang sedang menimbah ilmu dengan cara mecarikan sebuah rumah untuk dikontrak selama satu tahun.

Baca Juga  Warga Muara Gelumpai Temukan Gigi Raksasa Di Kebunnya

“Sekitar setahun lalu, Bu Ida bersama jajarannya pernah berkunjung kesini untuk melihat kondisi mahasiswa Pagaralam yang sedang belajar, dan dari kunjungan itu Pemkot menyediakan sebuah rumah kontrakan untuk dijadikan asrama bagi mahasiswa kita disini,”jelasnya.

Sementara itu Ketua IKPM Rezky Veroza kepada Pagaralam Online membenarkan kalau rekan-rekannya sudah tidak lagi menghuni asrama itu lagi karena kontraknya sudah habis, dan untuk sementara rekan-rekannya itu ada yang mencari kost baru dan ada juga yang ditampung oleh rekannya yang lain. “Benar kalau saat ini kawan-kawan sudah tidak menghuni asrama lagi, dan kini sudah mendapat kost yang baru dan sebagian lagi masih ditampung oleh rekan-rekan yang lain,” ungkapnya (7/12/2016)

Rezky yang masih masih menimbah ilmu di Universitas Negeri Jogjakarta ini menjelaskan, sekitar bulan Agustus yang lalu pihaknya sudah mengirim surat kepada Dinas Pendidikan Kota Pagaralam sebagai penanggung jawab sekaligus permohonan perpanjangan kontrak dengan pihak pemilik rumah, karena masa kontraknya akan segera berakhir. “Sekitar bulan Agustus yang lalu, kami sudah mengirimkan proposal kepada Pemkot Pagaralam melalui Dinas Pendidikan mengenai soal ini, dan saya masih menyimpan surat tanda terima suratnya,” jelasnya.

Baca Juga  Jadikan Kawasan Atung Bungsu Rapi Dan Indah,Dinas PU Pagaralam Bersihkan Tanaman Ubi Kayu Racun Sepanjang Median Jalan Akses Bandara

Masih menurut Rezky, sebelum kejadian ini terjadi, dia sudah beberapa kali mencoba menghubungi pihak Dinas Pendidikan Pagaralam untuk menceritakan kondisi yang terjadi sekaligus menanyakan kejelasan perpanjangan kontrak asrama, namun jawaban dari dinas bahwa proposal mereka sedang dalam di proses.

“Saya sudah beberapa kali menghubungi orang Dinas Pendidikan, namun jawaban mereka bahwa proposal kita masih dalam proses, karena kawan-kawan malu dengan pemilik rumah sebab kontrak asrama sudah habis, jadi mereka berinisiatif untuk keluar dari sana untuk mencari tempat kost yang baru dan sebagian lagi ada yang ditampung oleh kawan yang lain,” ungkapnya.

Terpisah, Etal Pargas mahasiswa Magister Hukum yang kini masih menetap di Jogjakarta untuk menyelesaikan pendidikannya, kepada Pagaralam Online juga menyampaikan keprihatinannya atas permasalahan yang di alami rekan-rekannya ini, sebab menurut informasi yang dia dengar, sebelum kejadian keluarnya rekan-rekan mahasiswa Pagaralam dari asrama ini, pihak pengurus IKPM jauh sebelumnya sudah mengirimkan surat permohonan perpanjangan kontrak asrama namun hingga kini belim ada kejelasan dari pihak Pemkot Pagaralam.

“Yang saya dengar dari kawan-kawan bahwa jauh sebelum kejadian ini, pengurus sudah mengirimkan surat terkait perpanjangan kontrak asrama ini kepada Pemkot Pagaralam, namun entah hingga kini belum ada kejelasannya,” ujarnya.

Baik Dedet, Rezky maupun Etal, mengharapkan agar Pemkot Pagaralam ke depan bisa membangun asrama mahasiswa permanen seperti yang dilakukan daerah lain sehingga masalah-masalah seperti ini tidak perlu terjadi lagi.

Tags

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close