HEADLINENASIONAL

Mahasiswa Palcomtech Tewas Akibat Hypotermia

7 teman lainnya dirawat di Rumah Sakit Besemah 5 diantaranya dibolehkan pulang dan dua orang lagi masih dirawat.

 

PagaralamOnline– Kapolres Kota Pagaralam AKBP Pambudi S.Ik melalui Kasatreskrim AKP Rahmad Kusnedy S.Kom menjelaskan kronoligis kematian seorang mahasiswa dijalur pendakian Gunung Dempo.

meninggalnya anggota MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) Pajar Pala STMIK Palcomtech Palembang atas nama Febrianto Akbar (18), mahasiswa, yang beralamat di Jl. Pangeran Sidoing Lautan Rt.19 Rw.05 36 ilir Kota Palembang.

Kusnedy juga menjelaskan pada hari sabtu (18/2) tim Mapala Pajar Pala STIMIK Palcomtech kota Palembang berangkat ke Kota Pagaralam dengan menggunakan jasa angkutan R4 (jenis bus) P.O Anugerah.

“Mereka berangkat ke Pagaralam tanggal 18 Februari 2017 dengan jumlah anggota yang berangkat sebanyak 21 orang terdiri dari 13 panitia, 6 peserta dan 2 simpatisan” ujar kusnedy

Baca Juga  4 Pelaku Perampok Yang Menewaskan Darul Kutni Jalani Gelar Perkara Di Kejari Pagaralam

Adapun tujuan dari keberangkatan tersebut untuk melaksanakan kegiatan Diksar (Pendidikan Dasar) Mapala Pajar Pala angkatan 10.

“Sebelum melaksanakan kegiatan ini panitia terlebih dahulu meminta persetujuan kegiatan Diksar ke Kampus STMIK Palcomtech Palembang dengan cara mengajukan Proposal kegiatan kepada Direktur STMIK Palcomtech,” ujarnya

Dari pengajuan proposal tersebut pihak kampus menyetujui dan menyediakan anggaran untuk menunjang kegiatan. Sebelumnya panitia juga menyampaikan melalui surat untuk izin kegiatanĀ Diksar tersebut ke BASARNAS Kota Pagaralam dan mengisi format pendakian pada balai Pendataan Pendakian Gunung Dempo Kota Pagaralam, juga mengirimkan surat izin ke Rt. Kampung IV Gunung Dempo Kota Pagar alam.

Polres Kota Pagaralam sudah melakukan introgasi kepada ketua umum Mapala Pajar Pala Daniel Kukuh Pribadi (30) dan anggota panitia mapala Pajar Pala Bastoni (29).

Baca Juga  Jajang Pakai Sabu,Sambil Bikin Uang Palsu

“terjadi hujan badai dilokasi pendakian gunung dempo sehingga menyebabkan febri mengalami gejala kedinginan, gemetaran, dan susah bicara,” ujar Daniel Ketua Umum Mapala Pajar Pala

Korban meninggal dunia pada hari Sabtu (25/2) sekitar pukul 21.00 wib di Area cadas Gunung Dempo ketinggian kurang lebih 2900 MDPL.

Sementara itu dari hasil visum et repertum Rumah Sakit pihak medis menerangkan bahwa korban meninggal dunia diakibatkan telah mengalami kondisi Hyportemia (kondisi dimana tubuh merasakan kedinginan yang berlebih), tidak ada kekerasan pada tubuh korban.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close