Lapor Bu Wali! Proyek pemukiman kumuh di Besemah Serasan   amburadul.

PAGARALAM- Sejumlah tokoh masyarakat dan ketua RT di Kelurahan Besemah Serasan Kecamatan Dempo Selatan mempersoalkan proyek pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh  Kementrian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) kawasan Pagaralam Selatan yang dinilai amburadul. \

Mereka menilai proyek senilai Rp 6.227 miliyardalam bentuk pembangunan jalan di sejumlah kawasan  tersebut dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spek. Pasalnya, baru beberapa minggu selesai, ternyata sudah banyak  yang mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, proyek tersebut tidak tepat sasaran lantaran dipergunakan untuk membangun tembok penahan sebuah kolam milik pribadi seorang warga

“Judulnya proyek pembangunan  kawasan kumuh. Mengapa yang dibangun kolam pribadi milik orang kaya. Apalagi tanpa bermusyawarah dengan warga,’’ ungkap tokoh masyarakat  Besemah Serasan, Junai Rauf didampingi sejumlah ketua RT kepada Pagaralam Online, Rabu (2/11).

Junai menjelaskan, hasil pemantauan yang dilakukan para Ketua RT dan tokoh masyarakat  menunjukkan,  pekerjaan  proyek amburadul tersebut tersebr di banyak kawasan, antara lain RT 16  Rw 05. Temuan yang paling banyak adalah pemasangan conblok dan konstruksi yang asal-asalan. “Selain itu sejak dimulai, proyek ini tidak transparan. Buktinya  papan pengumuman proyek tidak pernah dipasang. Sehingga warga sulit untuk mengawasi proyek ini,’’ tegas Junai yang dikenal sebagai Ketua Persatuan Ojek Pagaralam ini.

Sejumlah Ketua RT menambahkan,  proyek Kementrian PUPR yang bermasalah sudah dilaporkan secara resmi kepada Walikota dan DPRD Kota Pagaralam beberapa bulan lalu. Hasil laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Pagaralam didampiingi sejumlah  pejabat Pemkot Pagaralam.

“Namun anehnya, tidak ada upaya perbaikan yang dilakukan pihak kontraktor terhadap ketidakberesan proyek kawasan  kumuh di Kelurahan Besemah Serasan ini,’’ tandas Junai.

Para Ketua RT dan tokoh masyarakat Besemah Serasan berharap Walikota dan DPRD Pagaralam serius menindaklanjuti laporan warga ini. Sehingga  pihak kontraktor  dapat segera memperbaikinya. “Jik tidak ada perbaikan, kami berencana melaporkan proyek ini ke aparat penegak hukum.  Kami menduga ada praktk korupsi dalam proyek ini,’’ tandasnya.

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.