Lantik 4000 relawan, HDMY imbau jangan balas kampanye hitam

PALEMBANG Sementara itu, HDMY kemarin melantik sekitar 4.000 relawan di Kota Palembang, di Gedung Tiara Puspa, Angkatan 66, Palembang. Acara pelantikan dihadiri sejumlahh tokoh, antara lain Ketua DPW Nasdem Sumsel, Syahrial Oesman, calon Walikota Palembang, H. Sarimuda Sarnubi, mantan anggota DPRD Sumsel, Hilman Effendi dan Ahmad Syafiar serta mantan Sekda Kota Palembang, Marwan Hasmen.
Dalam sambutannya, HD mengajak seluruh tim pemenangan HDMY, yang tergabung dalam parpol dan relawan untuk tidak membalas kampanye hitam yang dilancarkan lawan politik. Sebaliknya, HD mengimbau agar seluruh pendukung HD membuat kampanye-kampanye positif tentang program HDMY dan rekam jejak HDMY selama menjadi Bupati OKUT dan Ogan Ilir.
“Pasangan HDMY paling banyak diserang kampanye hitam. Kita jangan terpancing dan membalas dengan kampanye hitam. Karena kalau itu kita lakukan, maka kita sama saja dengan mereka. Mereka itu sudah kehabisan bahan, nyerang pak Mawardi Yahya dengan berita ijazah palsu. Ini kan aneh dan lucu, Pak MY ini 2 periode jadi Bupati Ogan Ilir dan 1 periode jadi Ketua DPRD OKI. Mana mungkn ijazah palsu bisa jadi bupati. Insyaa Allah masyarakat Sumsel sudah cerdas dan tidak termakan kampanye hitam,’’ tegas HD disambut tepuk tangan ribuan relawan.
HD menegaskan banyaknya kampanye hitam kepada HDMY yang gencar dilakukan oleh pihak-pihak tertentu menjelang Pilgub Sumsel yang tinggal 5 bulan lagi bertujuan untuk menggerus suara HDMY yang berdasarkan hasil survey semakin meningkat. “Catat sahabat-sahabat sekalian , kita diserang karena kita kuat dan diperhitungkan. Kampanye hitam dilakukan karena nafsu berkuasa terlalu besar tanpa kemampuan menjual program,’’ tegas HD.
Sementara itu, MY dalam sambutannya yang membakar semangat ribuan relawan menegaskan, bahwa jika HDMY dipercaya memimpin Sumsel maka pembangunan akan dilakukan secara merata di 17 kabupaten/kota se Sumsel. Tidak boleh pembangunan hanya dipusatkan di daerah tertentu saja, sebab masyarakat Sumsel tersebar di 17 kabupaten/kota yang harus diperlakukan secara adil.
“HDMY adalah anak-anak desa yang mengerti kebutuhan dan masyarakat pedesaan. Kami ingin membangun Sumsel dari desa, karene 70 persen masyarakat Sumsel tinggal di pedesaan’’ tandas Bupati Ogan Ilir dua peride ini.
MY juga menyoroti dan prihatin dengan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sumsel yang saat ini menduduki peringkat ke-22 se Indonesia dan dibawah IPM secara nasional. Sebab IPM adalah alat untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu daerah , yang meliputi kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak.
“HDMY hadir untuk membawa perubahan Sumsel menjadi lebik baik, Sumsel lebih sejahtera dengan pembangunan yang lebih merata,’’ tegas MY disambut gemuruh tepuk tangan dan teriakan HDMY Menang, Sumsel Maju dan Sejahtera.

 

Related posts

Leave a Comment