HEADLINENASIONALPEMERINTAHAN

Lantaran Terhambat Aktifitasnya. Warga Perum PGRI Belakang PU Bongkar Pagar Platduiker

PAGARALAM ONLINE – Seyogyanya suatu proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pihak pelaksana proyek apa pun itu bentuknya tidak sampai membuat warga menjadi terhalang aktifitasnya seperti yang dirasakan oleh warga jalan Kavling perum PGRI Belakang PU rw 7 rt 21 Kelurahan Pagaralam Kecamatan Pagaralam Utara.

Pengerjaan pembangunan yang dirasa membuat repot dan menghambat aktifitas warga di kawasan tersebut menurut Agus Juarsa (37) yakni proyek pembangunan 3 unit platduiker serta proyek pembangunan jalan setapak dilingkungan mereka.

Kepada Pagaralam Online, Agus Juarsa yang juga menjabat ketua rt 21 mengatakan bahwa sejak pihak pelaksana proyek melakukan pekerjaannya beberapa waktu lalu,dia dan warganya merasa terhambat beraktifitas lantaran pelaksana proyek tersebut seenaknya saja bekerja dan tanpa memperdulikan kebutuhan warga dalam beraktifitas sehari-hari.

“Sebenarnya kami warga jalan kavling sangat berterimakasih dengan adanya proyek pembangunan ini.Namun yang kami sayangkan pekerja dan pelaksana proyek ini sama sekali tidak memperdulikan kenyamanan kami beraktifitas sehari-hari.Seperti contohnya pembangunan platduiker itu.Usai membangunannya pelaksana proyek malah memagarinya supaya tidak dilewati tapi terpaksa kami bongkar pagarnya lantaran banyak warga kami yang kesal karena tidak bisa pulang kerumah,”ujarnya kesal.(11/5)

Baca Juga  Jalan Hancur dan Belum Ada Listrik Persoalan Utama Muba

Dikatakan Agus.selain membuat repot warga pelaksana proyek itu juga belum pernah berkomunikasi ataupun berkoordinasi dengan warga ataupun aparat pemerintahan setempat dan diketahui proyek tersebut juga tidak memasang papan informasi proyek sehingga warga sama sekali tidak mengetahui pihak mana yang mengerjakannya ataupun sumber pendanaannya.

“Yang membuat kita kesal juga karena selama mengerjakan proyek ini pihak pelaksana tidak pernah berkomunikasi dengan kami,selain itu mereka juga tidak memasang papan informasi proyek,”bebernya.

Diungkapkan Agus Juarsa.Menurut informasi yang dia dengar dari sebagian warga lain,bahwa proyek pembangunan di lingkungan mereka dilakukan oleh dua perusahaan berbeda.Dimana proyek pembangunan platduiker informasinya adalah proyek aspirasi salah satu anggota dewan kota.Sementara proyek pembangunan jalan setapak dilaksanakan oleh pihak pelaksana dari Lahat.

“Sebenarnya kami bingung,soalnya ada dua proyek di kampung kami yang terkesan tertutup dan tumpang tindih.Yang kami dengar proyek platduiker adalah proyek aspirasi salah seorang dewan kota.Sementara proyek jalan setapak dilaksanakan oleh orang dari Lahat dan kedua-duanya tidak ada papan proyek dan pada pelaksanaannya saya lihat mereka juga sering bertengkar lantaran satu pihak sedang bangun platduiker dan menutup akses jalan,sementara pelaksana proyek jalan setapak merasa terhambat karena tidak bisa memasukkan material bangunan.Jadi semuah itu terasa aneh dan lucu,”katanya.

Baca Juga  Aksi anggota Polsek Dempo Selatan Ini Bikin Warga Terharu

Ditambahkan Agus,salah satu yang menjadi keberatan warga juga adalah pihak pelaksana proyek jalan setapak membangun jalan lebih tinggi dari permukaan tanah warga sehingga dikawatirkan jika saja turun hujan maka dapat dipastikan pekarangan warga akan tergenang air hujan lantaran tidak dibangunnya juga drainase alias saluran air.

“Proyek jalan setapak ini juga aneh karena membangun jalan lebih tinggi ketimbang tanah warga dan tidak ada saluran air.Jadi kalau hujan turun sudah pasti pekarangan warga akan tergenang,”pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close