HEADLINESEPUTAR BESEMAH

Kota Pagaralam masih semrawut. Ini penyebabnya..

 PAGARALAM ONLINE—Lambannya penyelesaian pelabaran jalan protokol dipusat Kota Pagaralam, sepanjang 6,2 km, mulai dari Simpang Manna sampai Dusun Perandonan , membuat wajah kota ini makin semrawut. Warga mempertanyakan lambannya penyelesaian pelebaran jalan yang sudah memakan waktu sekitar 10 tahun tersebut. Harga ganti rugi yang bervariasi dan belum disepakati menjadi penyebab utama tersendatnya proyek tersebut

Pantauan Pagaralam Online, pelebaran jalan protokol ini memang belum sempurna dan tidak terpadu. Pelebaran dilakukan sepotong-sepotong di beberapa titik ruas jalan. Pelebaran hanya bisa dilakukan terhadap lahan dan bangunan yang sudah diganti rugi. Sementara bagi warga yang belum diganti rugi pelebaran terpaksa ditunda

Seperti yang terlihat dikawasan Talang Kelapa, Kecamatan Pagaralam Selatan. Pelebaran jalan yang sudah hanya sebagian saja dan sebagian lagi masih sama dengan kondisi yang lama, sehingga terlihat aneh, dimana ada sebagian yang sudah lebar sementara sebagian lainnya masih terlihat sempit.

Jalan protokol mulai dari Simpang Manna hingga Tanjung Aro tampaknya  tidak banyak mengalami peningkatan.  Di beberapa titik memang sudah ada pelebaran dan sudah dibangun dua jalur, seperti di Jalan Kombes H. Umar, kawasan Demporeokan yang panjangnya sekitar 200 meter.  Namun sisanya  masih tetap satu jalur.

Baca Juga  Bahas pasokan sayuran, PD Pasar Palembang Surati Walikota Pagaralam

Tersendatnya pelebaran jalan protokol ini tidak hanya membuat wajah kota menjadi semrawut, tetapi juga telah menyebabkan kemacetan kendaraan yang beberapa tahun makin parah. Mengingat pertambahan kendaraan di Pagaralam cukup banyak. Langganan macet terjadi di sejumlah titik di ruas Jalan Kombes H.Umar hingga jalan Mayjen Harun Sohar. Seperti di kawasan Simpang Asam dan depan Bank BRI Cabang Pagaralam. Kemacetan terjadi  terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi dan siang hingga sore hari.

Warga mengharapkan Pemkot Pagaralam konsisten dan segera menyelesaikan pelebaran dan penataan jalan protokol tersebut. Warga berharap kawasan jalan protokol, terutama di kawasan Pasar Dempo Permai yang merupakan jantung kota segera ditata layaknya penataan kawasan Gunung Gare yang menjadi kawasan pusat perkantoran Pemkot Pagaralam.

“Jangan hanya kawasan Gunung Gare yang dbangun dan ditata. Kawasan pasar juga harus ditata. Sehingga wajah Kota Pagaralam berubah menjadi lebih rapi, bersih dan indah. Sudah hampir 15 tahun jadi kota, tetapi wajah kota masih belum berubah. Tidak seperti kota-kota lain ,’’ tegas Luxy,  pegawai swasta yang berkantor di Jalan Kombes H, Umar.

Baca Juga  Ida Fitriati : Pungli Itu Sama Dengan Pemerasan,Penipuan Dan Korupsi

Tersendatnya pelebaran jalan protokol ini sebenarnya telah mendapat perhatian Walikota Pagaralam dr Hj ida Fitriati. Bahkan beberapa waktu lalu, walikota sempat  marah besar menyaksikan lambannya pelebaran jalan tersebut.

Ida menegaskan, seharusnya pelebaran jalan sudah dapat di lakukan untuk bangunan rumah yang sudah di ganti rugi. “Kita ingin mempercepat proses pelebaran jalan protokol sehingga pembangunannya cepat selesai,” tegas Ida dalam sebuah sidak.

Dia menegaskan agar  semua bangunan yang sudah diganti rugi  dibongkar paksa atau mundur. Sehingga tidak  menghambat proses pembuatan jalan dua jalur.

Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Haryadi Razak ST menambahkan, ruas jalan protokol akan dilebarkan  22 meter dengan panjang  sekitar 6,2 km, dari Perandonan hingga Simpang Manna. Sedangkan pembebasan sudah selesai dilakukan.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close