Kopi Kurang Buah,Pagaralam Diprediksi Paceklik Panjang

PAGARALAM ONLINE – Sebagai salah satu komuditas andalan kota Pagaralam,musim panen kopi tentu menjadi moment yang diharap dan di tunggu-tunggu serta menggembirakan bagi sebagian besar petani dan warga Pagaralam.

Namun kali ini nampaknya banyak petani maupun warga Pagaralam akan kecewa lantaran diprediksi hasil panen kopi tahun ini akan menurun dibanding tahun lalu.

Alen (33) salah seorang pemilik kebun kopi dikawasan gunung Dempo menceritakan berdasarkan pengamatannya kebun kopi miliknya tidak akan menghasilkan panen yang banyak seperti tahun lalu.Hal ini dikatakan Alen dikarenakan beberapa sebab diantaranya yang paling mempengaruhi adalah faktor cuaca yang menyebabkan bunga kopi dan buah mudanya menjadi rontok.

“Ini contohnya pak,biasanya panen awal musim bisa dapat sekitar 5 karung biji kopi merah mentah,tapi kali ini cuma dapat 1 karung saja,”ujarnya lesu sambil menunjukkan jemuran kopi dihalaman rumahnya (02/04/2018)

Alen yang mengolah kebun kopi dikawasan kaki gunung Dempo ini menjelaskan bahwa jika pada musim panen tahun lalu,kebun seluas 1 hektar miliknya bisa menghasilkan 1 hingga 1 5 ton biji kopi mentah,namun tahun ini dirinya pesimis hasil yang didapat hanya akan separuhya saja karena buah kopi yang tidak berkembang alias banyak yang rontok.

“Kebun dikawasan kaki gunung Dempo tidak bisa terkena curah hujan yang tinggi karena kondisi alam yang memang sudah dingin,jadi kalau terkena curah hujan tinggi seperti tahun ini akan merusak bunga kopi atau buah mudanya sehingga mengakibatkan penurunan hasil panen,”bebernya

Hal senada diungkapkan Arek (37) salah pemilik kebun dikawasan Padang Karet,kepada Pagaralam Online dirinya mengungkapkan seperti petani lainnya di kota Pagaralam diprediksi panen kopi tahun ini akan menurun lantaran faktor cuaca dan beberapa hal lain.

“Seperti kata Alen,panen tahun ini dipastikan cuma sedikit lantaran curah hujan yang terlalu tinggi,walaupun sebagian kopi saya stek tapi hasilnya pun belum sesuai harapan,”ungkapnya (02/04)

Prediksi panen kopi yang menurun serta perekonomian kota Pagaralam yang masih bergantung pada komuditas ini tak hanya membuat kecewa para petani kopi saja namun juga membuat pesimisme para pelaku usaha seperti para pedagang maupun pelaku usaha lainnya lantaran dipastikan daya beli masyarakat juga akan menurun seiring hasil panen kopi yang diprediksi kurang baik karena mayoritas masyarakat kota Pagaralam yang berprofesi dan berpendapatan sebagai petani kopi.Seperti yang di tuturkan Royati (56) salah seorang pedagang daging ayam dikawasan Dempo Permai.Kepada Pagaralam Online dirinya mengeluhkan kondisi pasar yang masih sepi walaupun musim kopi sudah berjalan.

“Empok la musim anye pasar sepi,”keluhnya dalam dialeg Pagaralam (02/04)

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment