Kojek Enggan Tanggapi Survey Voxpol Centre

PAGARALAM ONLINE -Wakil Walikota Pagaralam yang juga bakal Calon Walikota Pagaralam periode 2018-2023, Novirza Djazuli enggan menanggapi hasil survey Voxpol Centre yang menempatkan dirinya berada di urutan ke-5  dengan elektabilitas hanya sekitar 3,8  %.  Pria yang akrab dipanggil Kojek ini mengakui hasil survey Voxpol tersebut cukup mengganggu perasaan para pendukung dan relawan Kance Kojek.

” Saya tidak mau menangapi hasil survey itu,dan kami tetap fokus dengan agenda politik kami,”ujar Kojek yang ditemui usai acara rapat paripurna DPRD Pagaralam, Selasa  (5/12).

Kojek yang berpasangan dengan Suharindi ini menegaskan,dirinya tidak akan membuat merilis hasil survey tandingan untuk mengcounter hasil survey Voxpol Centre yang menemmpatkan Walikota petahana Hj Ida Fitriati Basyuni sebagai kandidat paling berpeluang memenangkan Pilkada Pagaralam 2018 tersebut.

“Tidak,kami tidak berencana membuat survey tandingan,”tegas putra kandung mantan Walikota Pagaralam, H. Djazuli Kuris ini.

Ditempat yang sama, balon Walikota Pagaralam, Alfian SH, mengatakan, hasil survey Voxpol Centre yang menempatkan walikota petahana dengan tingkat elektabilitas tertinggi adalah hal yang wajar. Namun Alfian mengaku tidak akan terpengaruh dengan hasil survey  dan tidak berencana mempublikasi survey tandingan.

“Hal yang wajar jika seorang incumbent nilai elektoral tinggi,dan kami juga tidak ada rencana merelease survey internal yang selama ini sudah kami lakukan,” ujar bacawako yang diusung PKB dan Partai Nasdem ini.

Seperti diberitakan, masyarakat  Kota Pagaralam  terkejut dengan hasil survey yang dirilis Voxpol Centre yang mengungkapkan keterpilihan (elektabilitas ) Wakil Walikota, Novirza Djazuli hanya sebesar 3,8 %, padahal popularitas (keterkenalan)nya sudah mencapai 91 %.  Elektabilitas Novirza yang akrab dipanggil Kojek ini   berada diurutan ke-lima . Puncak elektabilitas masih dipegang Walikota Pagaralam petahana, Ida Fitriati dengan angka 30,8 persen, kemudian Gunawan sebesar 14 %,  Ludy Oliansyah 11,5% dan Alfian dengan elektabilitas mencapai 8%.

Anjloknya elektabilitas Kojek yang berpasangan dengan Suharindi ini memang cukup mengherankan. Pasalnya, sudah hampir setahun belakangan, Kojek didampingi ayahnya yang mantan Walikota Pagaralam, H. Djazuli Kuris sudah gencar melakukan sosialisasi. Ribuan kalender bergambar Kojek sudah disebar ke pelosok Pagaralam. Demikian pula baliho dan spanduk.  Tak hanya itu,  Kojek didampingi sang ayah, sangat rajin blusukan dan menggelar pertemuan di rumah-rumah warga.

Sebaliknya, sebagai pendatang baru, bakal Cawako Gunawan cukup mengejutkan. Meskipun belum setahun bergerak, kandidat yang  bakal diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat ini telah mencapai elektabilitas sekitar 14%, dengan tingkat popularitas baru mencapai 60%. Demikian pula pendatang baru Ludy Oliansyah yang popularitasnya baru mencapai sekitar 60 persen sudah memiliki elektabilitas  sekitar 11,5%.

Related posts

Leave a Comment