Kepala PDAM Pagaralam Akui Layanan Masih Buruk

PAGARALAM ONLINE — Kepala PDAM Kota Pagaralam, Haryanto SE, mengakui  bahwa sampai saat ini pelayanan PDAM Kota Pagaralam masih buruk. Masih banyak pelanggan mengeluhkan kualitas air yang masih kotor dan berbau, serta pasokan air yang terbatas. Selain itu banyak petugas PDAM yang malas memeriksa meteran di rumah-rumah pelanggan. “Memang kita akui masih banyak pelanggan yang mengeluh soal debit air yang kurang atau kualitas air yang  yang kotor dan berbau,” ujar Haryanto kepada Pagaralam Online, Rabu (21/9).

Haryanto mengungkapkan, tingkat disiplin pegawainya PDAM memang masih sangat kurang. Hal itu terlihat dari malas mengecek instalasi atau melakukan tagihan tunggakan pelanggan. Akibatnya, saat ini terdata sangat banyak sekali pelanggan yang menunggak pembayaran hingga bertahun-tahun lamanya. “Tunggakan air yang terjadi selama ini, kita akui memang karena kurangnya disiplin pegawai kita, sehingga para pelanggan kini jadi enggan untuk membayar kembali,” ungkapnya jujur.

Dia menyebutkan, dari 3428  pelangga PDAM, hanya 2645 pelanggan yang terkategori dan terdata masih aktif, sisanya 783 pelanggan dikategorikan tidak aktif. Parahnya lagi, hanya 60 persen atau kurang lebih 1587 pelanggan aktif yang masih rutin membayar tagihan, dengan nominal penerimaan hanya Rp 50 juta per bulan. “Kondisi ini memang tidak sehat. Karena itu akan segera kami benahi,” tegasnya.

Menurut Haryanto, saat ini pihaknya sedang melakukan pembenahan internal terkait perubahan status PADM menjadi BLUD, sehingga perlu dilakukan pendataan ulang jumlah pelanggan serta kondisi instalasi pemipaan yang mengalir ke rumah-rumah. Dari data tersebut, nanti pihaknya akan memetakan wilayah mana saja di kota Pagaralam yang kondisi instalasi pemipaannya seperti meteran air, masih layak pakai dan mana saja yang sudah rusak. “Pembenahan internal dan eksternal  dilakukan secara serentak,” ujarnya.

Haryanto menjelaskan, saat ini satuan harga air yang berlaku di PDAM Kota Pagaralam yang terendah se sumsel, yaitu Rp 500 per kubik untuk semua kelas pelanggan. Padahal, di daerah lain harga industri dan rumah tangga berbeda. Untuk itu, pihaknya juga sedang mengkaji kenaikan harga air didasarkan pada kelas pelanggan, yang dibagi menjadi kelas pelanggan biasa, pelanggan bisnis dan pemerintah. “Kita sedang hitung dan kaji berapa kenaikan harga yang pas,” tambah Haryanto.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.