Kepala BNN Pagaralam:”Modus Bandar Besar Sabu Lebih Canggih Dari Penegak Hukum”

PAGARALAM ONLINE – Dalam sesi bincang santai sebelum dilaksanakannya tes urine bagi para jurnalis dikantor DisKominfo kota Pagaralam,kepala Badan Narkotika Nasional kota Pagaralam, Andi Kurniawan Ssos mengungkapkan modus operandi bandar narkoba di Indonesia ternyata lebih canggih dari para penegak hukum.

Dikatakan Andi,khususnya untuk wilayah kota Pagaralam dan sekitarnya,pihaknya atau penegak hukum lainnya menemui banyak kesulitan untuk mengungkap bandar besar narkoba utamanya jenis Sabu lantaran modus mereka (bandar besar_red) dalam menjalankan bisnis haramnya ternyata sangat rapi dan rumit.

“Modus operandi para bandar besar ini canggih bahkan lebih canggih dari penegak hukum,”ucapnya (01/11)

Diceritakan Andi,selama ini yang tertangkap mayoritas adalah pengedar kecil dan yang lebih banyak adalah para pengguna Sabu,dan pada saat di introgasi baik para bandar kecil maupun para pengguna sangat tertutup bahkan terkesan sangat melindungi bandar tempat mereka mendapatkan barang haram tersebut.

“Pengalaman kami,para bandar besar selalu menggunakan kurir yang kami istilahkan dengan Peluncur ini dengan cara diimingi dengan uang dalam jumlah besar selain itu para bandar ini sangat memperhatikan kebutuhan hidup peluncur-peluncur ini sehingga timbul keterikatan dan hasilnya para peluncur ini sangat melindungi identitas bandar besar mereka,”bebernya sambil menceritakan saat ini para bandar banyak merekrut kaum ibu-ibu sebagai peluncur untuk mendistribusikan narkoba keberbagai tempat.

Untuk wilayah kota Pagaralam lanjut Andi,zona merah alias kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya jenis Sabu ada dikawasan Tebat Baru dan sekitarnya dimana menurut pengamatan pihaknya para pengedar kini sudah menyasar anak-anak usia sekolah sebagai konsumen mereka untuk dijadikan pecandu bahkan direkrut atau dikaderisasi sebagai mitra alias peluncur sehinga pihaknya terus melakukan sosialisasi dikawasan itu bahkan beberapa waktu lalu sempat mengadakan penangkapan salah satu bandar yang beroperasi dikawasan tersebut.

“Mirisnya dalam penyelidikan yang kami adakan,saat ini ada pengedar yang jualan narkoba siap hisap kepada anak-anak usia sekolah,dimana berdasarkan informasi yang kami kumpulkan disalah satu zona merah ada istilah jualan sabu 5 hisap 25 ribu dan ini salah satu cara para pengedar untuk memasarkan barang haram tersebut dan pada ujungnya para pecandu jni akan dikaderisasi untuk dijadikan peluncur,”ungkapnya (01/11)

Related posts

Leave a Comment