Kementerian PUPR Targetkan Irigasi Lematang Selesai Tahun 2018

PAGARALAM ONLINE,Jakarta—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 1 juta hektar jaringan irigasi baru dan merehabilitasi sekitar 3 juta hektar jaringan irigasi dalam periode 2015-2019. Infrastruktur irigasi berupa bendung dan saluran irigasi berperan meningkatkan produktivitas pangan nasional guna mencapai ketahanan pangan sebagaimana Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah membangun banyak bendungan di berbagai daerah dan selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Dari 150 Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR, sebanyak 7 diantaranya merupakan pembangunan jaringan irigasi dan bendung. Ketujuh PSN irigasi tersebut yakni pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat dan DI Jambo Aye Kanan di Kabupaten Aceh Utara & Aceh Timur (Prov. Aceh), DI Lematang di Kota Pagaralam(Prov. Sumatera Selatan), DI Leuwigong di Kabupaten Garut (Prov. Jawa Barat) dan DI Gumbasa di Kabupaten Sigi & Kota Palu (Prov. Sulawesi Tengah).

Dua PSN lainnya yakni pembangunan saluran suplesi DI Umpu Sistem (Way Besai) di Kabupaten Way Kanan (Prov. Lampung) dan pembangunan bendung dan jaringan irigasi DI Baliase di Kabupaten Luwu Timur (Prov. Sulawesi Selatan).

Pembangunan jaringan irigasi DI Umpu Sistem yang dilakukan sejak tahun 2013 telah selesai pada tahun 2017 lalu dengan anggaran sebesar Rp 189 miliar. Luas areal pelayanan potensial seluas 7.500 hektar dengan saluran suplesi sepanjang 6,03 km. Manfaatnya akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 persen menjadi 190 persen.

Sebanyak tiga daerah irigasi yang masuk dalam PSN ditargetkan untuk selesai pembangunannya pada akhir tahun 2018, yakni DI Jambo Aye Kanan, DI Lematang dan DI Leuwigoong.

Pembangunan jaringan irigasi DI Jambo Aye Kanan berupa saluran primer sepanjang 42 Km dan saluran sekunder 10 km yang akan mengairi area seluas 3.028 hektar. Progresnya sudah sekitar 44 persen dengan biaya pembangunan sebesar Rp 385,5 miliar.

Sementara pembangunan jaringan irigasi DI Lematang berupa saluran primer sepanjang 10,2 km dan saluran sekunder 30,57 km yang akan mengairi area seluas 3.000 hektar. Saat ini progresnya sudah sekitar 62 persen dengan biaya pembangunan sebesar Rp 273 miliar.

Pembangunan jaringan irigasi DI Leuwigoong berupa saluran irigasi primer sepanjang 86 km yang mengairi area potensial seluas 5.313 hektar. Progresnya saat ini sekitar 68 persen dengan anggaran Rp 952 miliar.

Tiga PSN lainnya yakni pembangunan jaringan irigasi DI Lhok Guci, DI Gumbasa, dan jaringan irigasi dan bendung DI Baliase diharapkan selesai tahun 2019.(*)

Sementara itu walikota non aktif kota Pagaralam Hj Ida Fitriati mengharapkan agar pembangunan irigasi Lematang bisa selesai tepat waktu dan tanpa hambatan sehingga bisa segera dirasakan manfaatnya oleh warga Pagaralam khususnya wilayah yang akan dialiri oleh saluran irigasi tersebut,dimana pada tahap awal nanti saluran irigasi tersebut akan mengairi areal persawahan yang selama ini merupakan areal tadah hujan yang panen setahun sekali menjadi pola tanam 2 hingga 3 kali dalam 1 tahun yang otomatis dapat mengdongkrak hasil panen petani,selain itu aliran air irigasi tersebut juga dapat nanti dimanfaatkan warga sekitar untuk membuat kolam pengembangbiakan kolam ikan air tawar sehingga ketergantungan pasokan ikan dari luar daerah bisa berkurang.

“Kita berharap DI Lematang selesai tepat waktu dan masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,”imbuhnya (18/05/2018)

Sumber:Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR

Related posts

Leave a Comment