Kemarau Panjang dan Saluran Irigasi Rusak, Petani Pagaralam Terancam Rugi Ratusan Juta Rupiah!.

 

PAGARALAM ONLINE – Dampak musim kemarau tahun ini sangat membuat para petani di wilayah Kecamatan Dempo Utara kota Pagaralam sangat kawatir. Pasalnya, tanaman padi mereka terancam gagal panen akibat keringnya irigasi yang selama ini mengairi sawah mereka.

Bermi (42) warga dusun Jambat Akar Kelurahan Dempo Utara sudah hampir dua bulan ini merasa putus asah lantaran tanaman padinya di ataran Talang Babat terancam mati dan gagal panen akibat kekeringan yang melanda kawasan tersebut.

Keringnya areal persawahan yang diolahnya ini selain akibat musim kemarau yang saat ini terjadi juga di akibatkan rusaknya sebagian saluran irigasi yang mengakibatkan debit air menjadi menyusut drastis dan tak mampu mengairi areal persawahan warga.

Untuk membuat tanamannya tetap bertahan,Bermi juga warga yang lain berusaha melakukan penyiraman secara manual namun di sadari cara ini tidak akan efektif disebabkan tanah telah terlanjur mengalami retak dan mengering sehingga cepat menyerap air.

“Hanya bisa pasrah pak,padahal umur tanaman saya sudah berumur hampir dua bulan,”keluhnya sambil berharap akan segerah turun hujan sehingga tanaman padinya bisa bertahan hingga masa panen tiba.

Dijelaskan Bermi,jika tanaman padinya mati maka di pastikan dia juga pemilik sawah lainnya akan mengalami kerugian puluhan hingga ratusan jutaan rupiah.Untuk itu dirinya berharap agar pemerintah dapat turun  tangan mengatasi kesulitan para petani dengan memperbaiki saluran irigasi juga mengkontrol aktifitas warga di aliran sungai yang mereka tuding jadi penyebab utama terhambatnya aliran air ke irigasi warga.

“Kami minta pemerintah memperhatikan nasib kami para petani yang sangat menggantungkan hidup dari usaha ini,sebab jika ini terus berlanjut maka dipastikan kami akan rugi besar dan tanah ini tetap tak bisa olah lagi,” pungkasnya (15/08)

Informasi yang didapat akibat kemarau dan banyaknya areal persawahan yang tidak bisa diolah lantaran saluran irigasi rusak  membuat produksi gabah petani dikota Pagaralam menjadi turun drastis yang mengakibatkan harga beras di pasaran naik secara signifikan dari semula harga beras di pasaran berkisar Rp 9500 kini menjadi Rp 10500 hingga Rp 11.000,-perkilogram.

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segerah turun tangan menangani persoalan ini terutama di tingkat petani semisal perbaikan saluran irigasi hingga mengkontrol harga kebutuhan pokok di pasaran dimana dengan langkah ini dapat memecahkan persoalan yang tengah membelit warga.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.